Kepolisian Akan Incar Admin Lain dan Juga Pemesan Jasa Sindikat Saracen

Divisi Humas polri saat memberikan keterangan. (net)
Divisi Humas polri saat memberikan keterangan. (net)

Jakarta (Marwahkepri.com) – Kepolisian berhasil menangkap sindikat Saracen yang menyebarkan ujaran kebencian di media sosial. Tiga orang sindikat telah diamankan.

Kelompok ini menawarkan jasa menyebarkan ujaran kebencian bernuansa SARA dengan proposal ke berbagai pihak. Bahkan setiap proposal yang diberikan ke pihak lain seharga puluhan juta.

Kabag Mitra Divisi Humas Polri Kombes Awi Setiyono menegaskan polisi akan mengincar pemesan jasa penyebaran ujaran kebencian.

“Siapa-siapanya belum bisa disampaikan, masih dalam kajian,” kata Awi seperti dilansir detikcom.

Awi masih menutup rapat-rapat siapa pihak yang pernah menggunakan jasa Saracen ini. Hal itu dikarenakan polisi masih mengumpulkan barang bukti, dan pengumpulan barang bukti tidak bisa hanya berasal dari pengakuan pelaku saja.

“Tidak bisa kita katakan, memang kesulitannya membuktikan siapa yang pesan ini. Benang merahnya itu tidak bisa hanya berdasarkan pengakuan,tapi kita sudah pegang pengakuan itu,” jelasnya.

Saat ini pengumpulan barang bukti pendukung untuk mengusut siapa yang menjadi pemesan masih terkendala karena para pemesan jasa memberikan uang secara tunai. Jika dibandingkan dengan transfer, maka kepolisian akan lebih mudah menelusuri jejak transaksi.

“Kita harus membuktikan itu, misalnya kontennya ini pesanannya ini pembayarannya pakai cash, kecuali kalau pakai elektronik atau transfer itu gampang lacaknya. Kalau cash and carry gitu kalau salah satunya menyangkal ya tidak bisa kalau tidak menemukan bukti lain,” ucapnya.

Awi menyebutkan bahwa kelompok Saracen ini memiliki hingga 800.000 akun sehingga tak menutup kemungkinan polisi akan kembali menangkap aktor penting lainnya di balik admin penyebar isu SARA dan ujaran kebencian ini.

“Iya tetap (usut), kita selektif prioritas. Dalam artian, bayangkan kalau kita tangkap semua akunnya saja 800.000 akun, pelaku-pelaku hatespeech semua,” ucap Awi.

“Admin-adminnya itu yang perlu kita warning sekali lagi jangan diteruskan. Satu per satu akan kita prioritaskan karena banyak akun yang annonymous itu. Termasuk mereka-mereka ini,” imbuhnya.

Awi pun mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi meme yang berunsur SARA. Sebab ada kelompok yang memang sengaja memanfaatkan suhu panas politik dengan menyebarkan ujaran kebencian lalu mengambil keuntungan dari hal tersebut. (mk/d***)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.