Raib Rp 215 juta Dana Desa Bakong, Begini Kronologisnya

Uang yang disembunyikan didalam tanah oleh Ronny Piter (doc)
Uang yang disembunyikan didalam tanah oleh Ronny Piter (doc)

Lingga (marwahkepri.com) – Tersangka Ronny Piter terkait kasus penipuan yang merugikan desa Bakong Kabupaten Lingga sebesar Rp 215 juta dari Dana Desa saat ini telah diamankan pihak Polres Lingga. Akibat hal itu, tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHP penipuan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Kasat Reskrim Polres Lingga AKP Suharnoko, menceritakan kronologis upaya penipuan uang yang bersumber dari Dana Desa itu. Dikatakan tepat pada Sabtu (27/05/) lalu, sekitar pukul 21.30 WIB Kepala Desa Bakong Sapiuddin datang ke rumah Ronny yang diduga sebagai dukun untuk berobat. Kemudian, Ronny meminta Sapiuddin untuk membeli ayam hitam sebanyak 7 ekor.

Karenakan tidak mampu dan mengetahui dimana akan membeli ayam yang dimaksud oleh Ronny. Ronny menyarakan agar dia sendiri yang membeli ayam hitam tersebut.

Adapun harga 1 ekor ayam yang dimaksud adalah seharga Rp 5 juta sehingga total uang yang harus dibayar oleh saudara Sapiuddin adalah sebesar Rp 35 juta dengan cara pada saat menyerahkan uang tersebut terlebih dahulu di bungkus dengan plastik berwarna hitam.

“Pada Sabtu (03/06) Sapiuddin memberikan uang  yang dimaksud oleh Ronny sebagai syarat untuk mengobati penyakit yang dideritanya,” kata Surharnoko.

Tepat pada Jumat (09/06) Sapiuddin datang kerumah Ronny untuk diobati dengan cara dimandikan. Namun, sebelum memandikan, Ronny meminta agar uang untuk membayar segala pembangunan Desa Bakong diserahkan terlebih dahulu kepadanya. Dengan alasan uang tersebut didoakan lebih dahulu agar pembagunan yang sedang berjalan di Desa Bakong berlangsung baik.

“Uang itu sebesar Rp 66 juta. Dan diserahkan kepada Ronny pada tanggal 20 juni 2017 di rumahnya yang berada di Pasir Bulan Desa Bakong dengan cara yang sama, dibungkus dengan plastik berwarna hitam,” ujar dia.

Masih berlanjut, ketika itu Ronny mengatakan bahwa Sappiuddin mempunyai penyakit lemah syawat. Sehingga lama kelamaan istri Sapiuddin akan menceraikannya dan membuat situasi keluarga hancur. Hingga pada Minggu (25/06) Sapiuddin kembali menyerahkan uang sebesar Rp 15 juta kepada Ronny supaya hal tersebut tidak terjadi.

“Kemudian saudara Ronny memberikan tiga botol air berwarna putih kepada saudara Sapiuddin, kemudian menyuruhnya untuk meminum air putih tersebut,” ujarnya.

Sappiuddin kerpag ditipu, tepat pada Jumat (30/06/) kembali menyerahkan uang sebesar Rp 15 juta kepada Ronny dengan tujuan Ronny meminjam uang tersebut.

Tak sampai disitu, pada Selasa (11/07) Ronny mengatakan bahwa adik Sapiuddin banyak dimasuki oleh hal-hal jahat sehingga harus di obati. Sapiuddin lagi-lagi menyerahkan uang sebesar Rp 35 juta kepada Ronny untuk mengobati hal tersebut.

Pada Minggu (23/07/), Ronny datang lagi kerumah Sapiuddin dan kemudian mengatakan bahwa adik Sapiuddin terkena penyakit dan apabila tidak diobati segera maka penyakit tersebut akan menular kepada anak Sapiudin. Dan pada Senin (24/07) Sapiuddin menyerahkan uang sebesar Rp 49 juta kepada Ronny di Pasir Bulan.

“Ditotalkan mencapai jumlah yang fantastis sebesar Rp 215 juta,” ucap dia.

Sementara itu terkait penyalahgunaan Dana Desa, Sapiudin juga turut diperiksa. Suharnoko mengaku ini juga masih didalami pihaknya. (mk/arp)

Print Friendly, PDF & Email

2 thoughts on “Raib Rp 215 juta Dana Desa Bakong, Begini Kronologisnya

Leave a Reply

Your email address will not be published.