PT DBS Disinyalir Merugikan Warga Desa Resang

(doc)
(doc)

Lingga (marwahkepri.com) – Aktivitas pembuatan jalan lintas oleh PT DBS diwilayah dusun Tanjung Paku desa Marok Tua kecamatan Singkep Barat membuat beberapa warga desa Resang merasakan dirugikan. Pasalnya, pihak PT dalam menggarap lahan tersebut tanpa izin terlebih dahulu kepada pemilik lahan.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Desa Tersangka, Hanafi. Menurutnya masalah ini bukan lagi sekedar isu namun memang kenyataan. Pihak PT DBS kata dia, telah merusak lahan masyarakatnya yang izin terlebih dahulu kepada pemilik lahan.

“Itu bukan hanya sekedar isu tapi ini fakta. Aktivitas PT DBS diwilayah dusun Tanjung paku Desa marok tua sudah merusak lahan warga saya tanpa ada minta izin sedikitpun pada pemilik lahan,” kata dia ketika dikonfirmasi, Minggu (20/08) lalu.

Dia juga katakan pihak desa sudah menyampaikan hal ini kepada pihak PT di Tanjungpinang. Tetapi masih belum ada kesepakatan secara pasti.

“Saya sudah jumpa Ayong, dia orang kepercayaan PT DBS beberapa waktu lalu di Tanjung pinang. Kebetulan juga saya ada acara kegiatan dengan. Namun masih belum ada kesepakatan mengingat kapasitas saya hanya menyampaikan permintaan warga saya pada pihak perusahaan.Terkait sepakat apa tidaknya ya berpulang pada kedua pihak yang bermasalah saja,” lanjut dia.

Sementara saat dikonfirmasi kepada pihak desa Marok Tua. Pihak desa mengatakan kalau pengerusakan lahan warga desa Resang oleh perusahaan diluar kesepakatan sosialisasi pihak perusahaan beberapa waktu kepada warga desa Marok Tua.

“Itu diluar kesepakatan sosialisasi pihak perusahaan terhadap warga desa saya dan itu adalah urusan mereka yang punya lahan maunya mereka kepada pihak perusahaan,” kata Nurdin, Kepala Desa Marok tua saat dihubungi.

Menyinggung keberadaan PT DBS yang diisukan belum ada sosialisasi kepada masyarakat, Nurdin membantah.

“Kata siapa tidak ada sosialisasi, kalau mau komfirmasi bawa orang yang mengisukan itu kepada saya,” ujar dia. (MK/zul)

Print Friendly, PDF & Email