Sepanjang 7 Meter, Bendera RI Terbentang di Pulau Lipan

Dukumen TKSK Kecamatan Selayar
Dukumen TKSK Kecamatan Selayar

Lingga (marwahkepri.com) – Sambut Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan Selayar dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Lingga PK Kecamatan Selayar kibarkan bendera sepanjang 7 meter di perkampungan suku laut Komunitas Adat Terpencil (KAT) pulau Lipan desa Penuba. Pengibaran Sangsaka tersebut dilakukan, mengajak suku KAT pulau Lipan ikut berpartisipasi merayakan sekaligus lebih mengenalkan Indonesia dan arti Bhinneka Tunggal Ika, Kamis (17/08)

Dibawah bimbingan Sy Nurhasanah Ketua TKSK Selayar, bendera dikibarkan dipelantar pelabuhan pulau Lipan dengan diiringi sebanyak 6 buah perahu sampan dan anak-anak suku KAT yang melakukan penghormatan bendera. Mereka (suku KAT) juga menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

“Perpaduan budaya mereka tanpak terasa dan antusias mereka sungguh luar biasa,” ujar yang juga sebagai Ketua KNPI Lingga PK Selayar, Jum’at (18/08)

Dukumen TKSK Kecamatan Selayar
Dukumen TKSK Kecamatan Selayar

Dalam hal ini dia menjelaskan terlaksana kegiatan ini merupakan kerjasama antara TKSK, KNPI dan masyarakat suku KAT sebagai sasarannya. Sebagaimana tema besar “Kerja Bersama” kemerdekaan Indonesia ke-72 ini, TKSK ingin lebih mengenal arti keberagaman dan persatuan kepada suku asli pulau Lingga di kecamatan Selayar.

“Kami ingin mereka hari ini tidak hanya jadi penonton. Tapi ingin jadi bagian pelaksanaan ini,” ujar dia.

Karena dia menilai pada dasar suku KAT merupakan warga negara Indonesia. Dan seharusnya juga mereka turut serta menyambut dan merayakan hari kemerdekaan bangsa ini. Mereka (suku laut) yang terdahulu juga pernah berjuang dalam menumpas penjajahan Belanda di perairan Lingga. Sebagaimana besar Sultan Mahmud Riayat Syah III, suku laut merupakan bagian dari itu.

“Karena mereka adalah suku bangsa ini meski kadang dianggap suku terasing sebenarnya mwreka bukan orang asing. Mereka satu tanah, Tanah Air Indonesia. Mereka wajib ikut serta dalam perayaan kemerdekaan,” lanjut dia.

Selaku TKSK, kata dia sudah memang menjadi tugas dan kewajiban dalam urusan memperhatikan suka KAT di kecamatan Selayar. Maka dari itu keberadaan TKSK juga tidak terlepas dari keberadaan suku laut/mantang di Selayar.

Dukumen TKSK Kecamatan Selayar
Dukumen TKSK Kecamatan Selayar

Namun jauh daripada itu dia mengakui secara pribadi memang sudah mereda terpanggil untuk memperhatikan suku KAT sejak dulu. Baik dari keseharian hingga pada budaya dan adat suku KAT pulau Lipan.

“Ya sejak dulu itu pernah saya buatkan judul proposal dan skripsi saya tahun 2010 silam yang mengangkat makna upacara adat kematian pada suku laut,” kata dia.  (MK/arp)

Print Friendly, PDF & Email