Sambut Kemerdekaan RI, Komunitas LTA Daik Lingga Apel di Benteng Bukit Cening

LTA
Kominitas Lingga Trail Adventure (LTA) Daik Lingga l menggelar upacara peringatan HUT RI ke-72 dengan melakukan pengibaran bendera Merah Putih di Benteng Bukit Cening, Daik Lingga. (doc)

Lingga (marwahkepri.com) – Upacara bendera untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Republik Indonesia menjadi sebuah momentum sejumlah pencinta motor trail yang tergabung  e dalam wadah komunitas LTA (Lingga Trail Adventure) Daik Lingga. Dalam hal ini, mereka menggelar upacara peringatan HUT RI ke-72 dengan melakukan pengibaran bendera Merah Putih di Benteng Bukit Cening, Daik Lingga.

Benteng bukit Cening merupakan salah benteng pertahanan zaman kerajaan Riau-Lingga. Memiliki 19 unit mariam peninggalan Sultan Mahmud Riayat Syah, benteng ini termasuk salah satu 106 peninggalan sejarah di Lingga yang berada di ketinggian perbukitan sekitar 100 meter dari pemukaan laut.

Inisiatif ini diambil Komunitas LTA Daik Lingga juga berkesinambungan dengan upaya pemerintah daerah menjadi Sultan Mahmud Riayat Syah III sebagai pahlawan nasional.

Sekretaris komunitas LTA Daik Lingga, Taufiq dalam hal ini mengatakan ada berbagai cara dilakukan untuk memaknai dan merayakan 72 tahun Kemerdekaan Indonesia. Dengan tema besar Kerja Bersama merupakan jalan mempererat jalinan silaturrahmi sesama anggota demi membangun kerja yang lebih nyata. Upacara dipimpin langsung ketua LTA Daik Lingga, Rudi.

“Kegiatan ini merupakan bentuk syukur atas kemerdekaan dan wujud cinta NKRI. NKRI harga mati,” ujar dia dengan semangat via seluler, Kamis (17/08).

Foto Bersama usai upacara (doc)
Foto Bersama usai upacara (doc)

Untuk menambah suasana peringatan kemerdekaan ini, kata dia pasukan LTA mengingkatkan bendera dan pita merah putih pada bagian tubuh sepeda motor. Semangat kemerdekaan, tak menjadi halang meski melintasi jalanan terjal melintas perbukitan yang penuh tantangan.

Diluar ini dia menjelaskan akan tetap memberi contoh kepada masyarakat dengan menggunakan perlengkapan sepeda motor sesuai aturan yang ada.

Setelah upacara bendera kami berfoto berfoto dengan latar Gunung Daik dan melanjutkan trabas dalam hutan belantara,” lanjut dia.

Disamping semua rangkaian kegiatan ini ada beberapa pesan yang dibawa dalam perjalanan tersebut. Menurutnya kegiatan ini ingin mengingatkan rombongan dan masyarakat tentang besarnya tantangan dalam mengisi kemerdekaan Indonesia.

“Sekarang tinggal isi dengan hal positif, ingat perjuangan pahlawan merebut kemerdekaan itu berat dan sulit,” tutup dia. (MK/arp)