Ternyata, Lingga Pernah Diberikan Penghargaan Atas Pelaksanaan Proklamasi Tahun 1958

(documen arsip Museum Linggamerupakan Cahaya)
(documen arsip Museum Linggam Cahaya)

Lingga (marwahkepri.com) – Mengintip celah sejarah, Kabupaten Lingga yakni Daik Lingga yang dulu masih berstatus Kewedanan ditahun – tahun baru Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), pada peringatan HUT RI pernah mendapat apreasiasi dan penghargaan dari pemerintahan pusat. Hal ini dibuktikan dari Surat Tanda Jasa yang diterbitkan di Jakarta dan ditandatangani Menteri Dalam Negeri, Sanoesi Hardjadinata tahun 1958 silam.

Ditulis dari Surat Tanda Jasa tersebut, RI baru berusia 13 tahun pasca proklamasi ditahun 1945. Surat penghargaan ini ditujukan kepada Daik Lingga atas jasa dalam menyelenggarakan pengembangan daerah. Dalam hal ini Daik Lingga yang masih dibawah daerah tingkat II Kepulauan Riau berhasil meraih peringkat ke dua dengan hadiah yang diberikan sebanyak $160 (seratus enam puluh sent) waktu itu.

“Atas djasa menyelenggarakan pembangunan dan perbaikan daerahnja jang dapat dipudji dan didjadikan tjontoh  bagi daerah-daerah lain,” begitu ditulis pada Surat Tanda Jasa tersebut.

Dalam hal ini pencinta sejarah Lingga, Lazuardi membenarkan adanya surat tanda jasa tersebut. Dia katakan surat dalam bentuk penghargaan itu disimpan rapi di Museum Linggam Cahaya, Kabupaten Lingga. Ini sebagai bukti tinggi apresiasi pemerintah pusat terhadap daerah – daerah baru menuju peradaban negeri pada waktu.

“Jadi diera tahun 1950-an pemerintah RI melalui menteri dalam negeri telah menganugerahkan Surat Tanda Jasa kepada masyarakat Lingga atas terselenggaranya HUT RI atau Hari Proklamasi,” kata dia, Rabu (16/08).

(documen arsip Museum Linggam Cahaya)
(documen arsip Museum Linggam Cahaya)

Selain Daik Lingga, kata dia wilayah yang mencakup administratif Kabupaten Lingga saat ini yakni Penuba di kecamatan Selayar bisa dikatakan sebagai saksi sejarah pergerakan kemerdekaan bangsa Indonesia di Kepulauan Lingga. Pengakuan ini dibuktikan dengan arsip foto pelaksanaan upacara peringatan detik-detik proklamasi di tahun 1956 silam.

Selain itu dikatakan Penuba juga menjadi tempat pengibaran bendera Indonesia pertama kali pada tahun 1945 di Lingga. Saat ini tapak tiang bendera tersebut masih bisa dilihat didepan Masjid desa Penuba.

“Dipenube tempatnya disamping kanan masjid Penuba, menghadap kearah masjid dan disitulah bekas tiang benderanya,” ujar dia.

Selain di Penuba, Daik Lingga juga meninggalkan saksi bisu berupa tugu proklamasi yang sekarang masih bisa dilihat disamping stasiun Radio Bunda Tanah Melayu (BTM) FM Kabupaten Lingga di lapangan Hangtuah, Daik Lingga.

“Kalau menelek tugu proklamasi dilapangan Hangtuah ya disitulah eranya juga sekitar tahun 50-60an,” tutup dia. (mk/arp)

Print Friendly, PDF & Email