Ketika Bos First Travel Lupa Kemana Saja Uang Dari Calon Jemaah

Andika Surachman dan istrinya Anniesa Desvitasari Hasibuan selaku Direktur Utama dan Direktur PT First Travel Anugerah Karya Wisata
Andika Surachman dan istrinya Anniesa Desvitasari Hasibuan selaku Direktur Utama dan Direktur PT First Travel Anugerah Karya Wisata

Jakarta (Marwahkepri.com) – Bos First Travel yang juga tersangka kasus penipuan yaitu Andika Surachman dan istrinya Anniesa Desvitasari Hasibuan mengaku lupa ke mana saja uang dari 35 ribu jamaah yang belum berangkat Umroh.

“Ya mereka enggak tahu, sudah tidak tahu sama sekali. Mereka lupa gunakan untuk apa saja,” kata Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto seperti dilansir liputan6.com.

Fakta ini terkuak dari pemeriksaan terhadap mereka, namun pihak kepolisian tidak percaya begitu saja dengan keterangan mereka. Penyidik pun masih akan terus menelusuri aliran dana para korban penipuan.

“Ini yang masih harus kita telusuri,” ucap Ari.

Kasus penipuan yang dilakukan First Travel masih diselidiki Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri. Andika Surachman dan istrinya Anniesa Desvitasari Hasibuan selaku Direktur Utama dan Direktur PT First Travel Anugerah Karya Wisata kini telah dijadikan tersangka dan ditahan atas dugaan penipuan dan penggelapan.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak mengatakan, berdasarkan hasil interogasi, keduanya diduga kuat menipu 35 ribu jemaah umrah yang hingga kini batal berangkat.

Mereka diduga mengantongi uang sebesar Rp 550 miliar yang adalah milik calon jemaah haji. Uang itu dari berasal dari ongkos senilai Rp 14,3 juta dikali 35 ribu jamaah yang belum berangkat.

“Jumlah jemaah yang sudah mendaftar dan membayar itu 70 ribu orang, cukup besar ya. Dan hanya 35 ribu yang berangkat. Sisanya 35 ribu jemaah tidak bisa berangkat dengan berbagai alasan,” kata Herry Rudolf di kantor Bareskrim, Jumat (11/8).

Pemeriksaan polisi terhadap 8 rekening First Travel, saldo yang tersisa hanya sekitar Rp 1.300.000. (mk***)