80 Negara Bebas Visa Masuk Qatar, Termasuk Indonesia

Qatar

Marwahkepri.com – Qatar resmi memberi kebijakan bebas visa untuk lebih dari 80 negara di dunia.

33 negara diberikan kebijakan bebas visa atau bisa memasuki Qatar tanpa surat kerja, pembayaran, atau visa sekalipun selama 90 hari. Sedangkan 47 negara termasuk Indonesia, diberikan bebas visa selama 30 hari.

“Qatar sekarang bebas visa untuk lebih dari 80 negara di seluruh dunia,” jelas Kepala Kelompok Petugas Eksekutif dari perusahaan negara Qatar Airways, Akbar Al Baker seperti dilansir beritasatu.com.

Beberapa negara yang dibebaskan tinggal di Qatar selama 90 hari antara lain Austria, Belgia, Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Bahama, Siprus, Hungaria, Belanda, Polandia, Romania, Seychelles, Swedia, Swiss, Turki.

Sedangkan, Indonesia bersama Tiongkok, India, Malaysia, dan Singapura, Amerika Serikat (AS) masuk dalam 47 negara yang diberikan bebas visa selama 30 hari. Warga negara bisa langsung mendapatkan visa setibanya di Qatar.

Para pejabat dari Kementerian Pariwisata dan Dalam Negeri Qatar menyebutkan bahwa langkah bebas visa Qatar membuat negara itu menjadi paling terbuka di kawasan.

“Ketika sejumlah negara di kawasan mengambil keputusan menutup langit dan perbatasan mereka, Qatar malah membuka perbatasannya kepada lebih banyak pengunjung yang datang di setiap sudut dunia,” ucap Baker.

Sebelumnya, Presiden AS,Donald Trump memperketat kontrol perbatasan sebagai prioritas. Dan di Timur Tengah, Qatar telah terisolasi dari negara-negara tetangganya sejak Juni lalu. Mereka menyalahkan Qatar karena diduga mendukung terorisme. Namun, hal itu berulang kali dibantah oleh Qatar.

Kebijakan bebas visa ini juga bisa menjadi bantuan dari blokade yang dipimpin Arab Saudi, Bahrain, Mesir, dan Uni Emirat Arab (UEA) terhadap Qatar. Sebagai bagian dari blokade, Qatar Airways juga dilarang masuk di ruang udara keempat negara teersebut.

Kebijakan bebas visa tersebut diharapkan dapat membantu Qatar untuk mencapai target menjadi tuan rumah bagi tujuh juta wisatawan per tahun pada 2030. (mk***)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.