Lanal TBK Amankan Speed Board Pembawa Ribuan Barang Elektronik dan Kosmetik Ilegal

Komandan Lanal (Danlanal) Tanjung Balai Karimun, Letkol Laut (P) Totok Irianto bersama Kapolres, Dandim 0317 TBK, KPPBC dan KSIP TBK, ketika menggelar Press Rilis, Jumat (11/8) di Mako Lanal Tanjung Balai Karimun. (Foto/MK/Hasian).
Komandan Lanal (Danlanal) Tanjung Balai Karimun, Letkol Laut (P) Totok Irianto bersama Kapolres, Dandim 0317 TBK, KPPBC dan KSIP TBK, ketika menggelar Press Rilis, Jumat (11/8) di Mako Lanal Tanjung Balai Karimun. (Foto/MK/Hasian).

Karimun (Marwahkepri.com) – Satuan Tugas (Satgas) Penyalai gabungan Tim WFQR (Western Fleet Quick Response) Lantamal IV dan Tim WFQR Lanal Tanjung Balai Karimun, mengamankan Speedboat “Dua Putra” pembawa ribuan barang elektronik dan kosmetik illegal dari Batam tujuan Teluk Meranti, Rabu (9/8) di Peraian Penyalai Kabupaten Karimun.

Saat diamankan, dari Speed Board tersebut petugas mengamankan 17 orang ABK (Anak Buah Kapal) beserta Nakhoda, serta 141 karung (Koli) barang Elektronik (HP dan Laptop) dan Kosmetik tanpa dilengkapi dokumen cukai sebagai barang bukti.

Hal itu disampaikan Komandan Lanal (Danlanal) Tanjung Balai Karimun, Letkol Laut (P) Totok Irianto kepada Wartawan saat menggelar Press Rilis, Jumat (11/8) di Mako Lanal Tanjung Balai Karimun. Kini ke 18 tersangka, masih menjalani pemeriksaan guna untuk pengembangan.

“Dari Speed boat yang kita amankan, ditemukan 100 unit laptop, 5.170 unit Handphone Android, 620 unit Tab, 117 rokok elektrik (vaping), 135 buah tas laptop dan satu kotak kosmetik yang dikemas dalam 141 karung (Koli) tanpa dilengkapi dokumen resmi”paparnya.

Dikatakan, penangkapan Speedboat tersebut berdasarkan adanya informasi bahwa Speedboat bermesin besar 200 PK 3 unit dengan kecepatan tinggi (60 Knot), kerap melintas di perairan Penyalai Karimun, sehingga mengganggu aktivitas nelayan setempat.

Berdasarkan informasi itu, tim langsung melakukan penyelidikan dan pengintaian. Begitu mengetahui Speedboat tersebut melintas di perairan Penyalai Kabupaten Karimun pada koordinat 00 33 502 u-103 18 562 T, tim langsung melakukan penyekatan untuk pemeriksaan.

Namun ketika akan dilakukan penyekatan untuk pemeriksaan, Speedboat yang dinakhodai tersangka DF bersama 17 ABK itu, langsung memutar haluan dan langsung melaju dengan kecepatan tinggi untuk menghindar ketika melihat kapal Patroli TNI-AL.

Melihat hal itu, tim pun langsung melakukan pengejaran. Meskipun sudah diberikan peringatan maupun tembakan peringatan, namun tersangka DF tidak menghentikan laju Speedboat yang di nakhodainya dan terus menghindar.

Petugas pun terpaksa harus menembak mesin Speedboat untuk melumpuhkan, dan tidak berapa lama, Speedboat berhenti dan digiring ke Pangkalan Mako Lanal Tanjung Balai Karimun.

“Kini ke 17 ABK dan Nakhoda masih menjalani pemeriksaan untuk dilakukan pengembangan. Untuk sementara, para tersangka akan dijerat dengan Pasal 323 tentang pelayanan, dan Undang-undang kepabeanan barang yang tidak memiliki izin, dengan ancaman 5 tahun penjara” tutupnya. (mk/Hasian).

 

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.