Miris, Bekas Pos Penjagaan Dijadikan Kantor Damkar Daik Lingga

Kantor Damkar di Pos penjagaan (doc)
Kantor Damkar di Pos penjagaan (doc)

Lingga (marwahkepri.com) – Kondisi Kantor Pemadam Kebakaran (Damkar) yang baru di Daik Lingga memperihatinkan. Hal ini dibuktikan dengan luas bangunan kantor  yang begitu kecil hanya beberapa meter pesergi saja, menyebabkan kenyamanan petugas kurang maksimal.

Sebelumnya, kantor lama Damkar Daik Lingga yang beralamat di jalan Istana Robat, tepat didepan lapangan Hangtuah Daik Lingga bisa terbilang lumayan karena luas bangunan yang agak besar. Kantor itupun pernah diresmikan secara langsung Bupati Lingga, Alias Wello pada 20 April 2016 lalu atas dasar Damkar Daik Lingga pernah menempati Kantor dengan ukuran kecil sejak Kabupaten Lingga berdiri.

Baru setahun kontrak sewa bangun baru tersebut berlangsung, pihak Damkar Daik Lingga terpaksa harus pindah dan dipusatkan di bangunan bekas pos penjagaan bekas Rumah Dinas Bupati Lingga periode pertama, yang sekarang dijadikan Kantor Satpol PP Lingga. Dengan alasan, sewa bangun tidak lagi diperpanjang.

Mirisnya kantor yang baru ini, sama halnya dengan kondisi yang harus dihadapi pasukan Damkar selama lebih kurang 12 tahun. Bangunan pos penjaga yang ditempati hanya berukuran beberapa meter persegi saja.

Kondisi kantor itu sangat memprihatikan, bukan hanya pihak Damkar yang yang terkesan kurang nyaman, terlebih dari masyarakat Daik Lingga yang prihatin melihat kondisi tersebut.

Kepala seksi (Kasi) Damkar di Satpol PP Lingga Asbullah, membenarkan pemindahan Kantor Damkar ketempat yang lebih kecil itu, disebabkan habisnya kontrak sewa yang tidak diperpanjang.

“Jadi, untuk meletak barang kita bingung, alat apa semua kita bingung. sudah berserakan. Contoh saja seperti kasur itu. Bingung kita mau meletak dimana,” ujar Rabu (09/08) kemarin.

Apalagi saat musim hujan, dengan luas bangunan yang kecil, membuat para petugas yang berjaga kurang nyaman. Terlebih lagi, ketika malam hari. Dia menilai kantor Damkar yang saat ini digunakan seperti pondok durian.

“Kantor seperti tenda nunggu pohon durian. Kalau malam, orang itu (anggota Damkar) tidur berangin beribut lah,” kata dia.

Berdasarkan informasi, anggaran untuk perpanjangan kontrak kantor Damkar Daik Lingga tersebut telah dianggarkan sebanyak Rp 25 juta.Tetapi, atas intruksi Kasatpol PP, Rudi Pallo dana tersebut dipindahkan untuk keperluan rehab kantor Satpol PP.

“Karena Damkar dibawah Satpol PP dan masih sejajar jadi payah, karena apa semua satu pintu dengan Satpol. Kan tidak mungkin juga kita mau gabung disitu. Coba lihat ditempat lain. Apalagi kita ini di ibu kota kabupaten lagi,” ujar dia. (mk/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.