Miris, Listrik di Lingga Terkesan Alergi Hujan

(net)
(net)

Lingga (marwahkepri.com) – Sejumlah masyarakat Lingga keluhkan kondisi penyedian listrik PLN Sub Rayon Daik Lingga yang belum memberi pelayanan maksimal. Keluhan ini dikarenakan pihak PLN sering mematikan aliran listrik tanpa diduga-duga terlebih saat musim hujan.

Perihal ini, justru menimbulkan kerugian pada pelanggan. Disamping ketidaknyamanan saat kondisi gelap, kerugian lain memungkinkan timbulnya kerusakan alat elektronik dan lainnya.

Saiful, salah satu kepala rumah tangga kepada marwahkepri.com mengatakan PLN Daik Lingga seharus lebih memaksimal serta meningkatkan mutu dan kualitas penyedian listrik. Jangan lagi kondisi mematikan aliran listrik secara tiba-tiba, terutama saat musim hujan dijadikan budaya di Daik. Apalagi saat ini kapasitas pemakai listrik sudah menjakau luas hingga ke ujung-ujung pulau Lingga.

“Seharusnya itu. Jadi tidak ada kesannya PLN Daik alergi dengan hujan,” ujar dia, Rabu (09/08).

Dengan begitu lanjut dia, penyedian aliran  listrik dapat dirasakan kenyamanannya bagi pelanggan. Karena dengan tarif pembayaran beban yang semakin meningkat setiap saat, justru pelayan juga diharapkan seimbang.

“Jangan setiap saat beban meningkat. Pembayaran naik. Kalau yang pakai pulsa hidup tak hidup lampu itu urusan pelanggan. Tapi disaat kita butuh penerangan tiba-tiba mati. Kan ini yang buat kita marah,” papar dia.

Hal senada juga disampaikan Jufri, menurutnya perihal ini juga dan pernah dikeluhkan masyarakat diluar Daik. Seperti masyarakat di Lingga Timur yang kerap bertanya, mengeluhkan kondisi listrik yang sering macet. Apalagi mereka yang menggunakan sistem meteran, pakai atau tidak memakai listrik beban tetap saja sama.

“Ada juga disana. Jadi mereka menilai sama saje pelayanan. Bahkan tiap saat biaya listrik naik. Hanya jangkauan saja yang lah sampai kemana-mana,” ucap dia.

Meski putusnya aliran listrik yang dilakukan pihak PLN Daik Lingga hanya beberapa waktu saja. Namun dia sampaikan resiko yang memungkin dialami pelanggan justru lebih besar. Seperti rusaknya alat-alat elektronik. Seperti kulkas, TV, amplifier, CD, VCD, Komputer dan sebagainya yang membutuhkan aliran listrik langsung dari titik kontak listrik.

“Ya itu, justru kalau lah rusak,tidak ada siapa yang nanggung. Karena mematikan alat-alat itu bagi yang punya pasti mengikuti aturan. Misal TV dipelankan dulu suaranya baru dimatikan atau Komputer di Shutdown dulu. Kalau mati listrik tiba-tiba, ada kemungkinan alat-alat itu juga terkejut. Sehingga ketika listrik dah normal nak hidupkan tidak bisa. Mati. Ya kan. Sangat memungkinkan terjadi kalau kondisi macam ini terus,” lanjut dia.

Dengan begitu dia berharap PLN Daik Lingga, dapat memaksimalkan segala aspek pelayanan dan ketersediaan listrik. Supaya apa yang diinginkan dengan kemajuan yang diamanatkan dalam UU, dapat dirasakan kepuasannya oleh pelanggan. (mk/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.