Pedagang Musiman Hiasi Jalanan Batam Jelang HUT RI ke-72

Penjual Bendera (Mun)
Penjual Bendera (Mun)

Batam (Marwahkepri.com) – Suasana hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-72 sudah mulai terasa, bendera merah putih yang perkasa mulai bertebaran didepan kantor instansi pemerintahan maupun swasta, kendaraan umum dan rumah para warga.

Hal itu sebagai rasa cinta terhadap Negara Indonesia yang telah bebas dari penderitaan berabad – abad karena penjajahan negara asing sekaligus semangat yang muncul dari dalam diri warga Indonesia untuk menyambut Hari Ulang Tahun Negara Republik Indonesia yang ke 72.

Sepertinya HUT RI juga telah memberikan keberkahan bagi para penjual bendera yang berada dipinggiran jalan, sejauh mata memandang akan dihiasi dengan warna merah putih yang seakan memanggil para pengendara dan pejalan kaki yang berlintas agar segera memilikinya, dan dikibarkan didepan rumahnya.

Salah satunya ibu Nikmatin dan bapak Maman yang mencoba peruntungan dengan berjualan bendera dipinggir jalan dekat Simpang Helm, Baloi Permai Kecamatan Batam Kota.

Mereka telah membuka lapak sejak 1 Agustus lalu, raut senyum diwajah keriput keduanya menawarkan bendera kepada setiap pengendara yang bersinggah terlihat ramah.

Perempuan asal Bandung yang tinggal di Bengkong ini mengatakan setiap hari mereka berangkat jam 5 subuh kelapaknya. “Kalau yang lain malah buka pondok – pondok kecil tempat mereka menginap, mungkin mereka malas untuk masang – masang bendera pada paginya,”ujarnya saat ditemui marwahkepri,com pada Selasa (8/8).

Bendera yang dijual oleh sepasang suami istri ini beragam, ada bendera rumahan dengan berbagai ukuran, background panjang untuk perkantoran, banner dan juga ubul – ubul, tentunya juga dengan harga yang beragam tapi murah.

Untuk bendera biasa yang dipasang didepan rumah mereka menawarkan harga mulai 30 ribu sampai 50 ribu saja, sedangkan background dikisaran 350 ribu, ubul – ubul 45 ribu dan banner 90 ribu.

Dia juga mengaku sebelum berjualan bendera, mereka juga berjualan aksesoris keliling, namun ekonomi Batam yang tengah lesu berimbas pada jualan mereka.

“Kita mau jualan sampai tanggal 16 Agustus nanti,”ujar ibu Nikmatin.

Dibanding berjualan aksesoris yang harus keliling dan ditawarkan kesetiap rumah, ibu Nikmatin mengaku lebih enak berjualan bendera, karena tidak perlu keliling.

“Tapi berjualan bendera kan musiman, hanya sampai 17 Agustus, udah itu sepi lagi,”terangnya.

Selain rasa suka yang dirasakan oleh warga Indonesia menyambut HUT RI, ada orang – orang tertentu juga yang terbantu ekonominya, salah satunya Ibu Nikmatin dan Bapak Maman.(mk/mun)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.