SMPN 2 Lingga Timur Kurang Guru PNS

Ilustrasi (doc)
Ilustrasi (doc)

Lingga (marwahkepri.com) – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 002 Lingga Timur saat ini kekurangan tenaga pendidik berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) sehingga mengakibatkan proses belajar mengajar siswa menjadi tidak maksimal, Senin (07/08).

Kepala Sekolah SMPN 2 Lingga Timur,  Wibowo ketika dihubungi marwahkepri.com membenarkan hal tersebut. Saat ini dia sampaikan guru yang berstatus PNS untuk disekolah yang dipimpin hanya berjumlah 3 orang guru saja. Itupun termasuk dirinya sebagai Kepala Sekolah.

“Hanya 3, yaitu Saya, Bu Marta dan Bu Darma yang mengajarkan bidang studi Bahasa Indonesia,” ujar dia ketika dihubungi via seluler, Senin (07/08).

Dia katakan saat ini jumlah tenaga guru honorer yang membantu pihak sekolah ada 4 orang ditambah 2 orang diurusan Tata Usaha (TU). Namun dengan kondisi gaji yang tidak seberapa dari dana BOS, dia akui saat ini guru-guru honorer tersebut turut mengeluh karena jam mengajar yang terlalu banyak.

Sebagai kepala sekolah, diapun mengajar lebih dari jam yang seharusnya. Semestinya jam mengajar yang hanya 6 jam selama satu minggu, menjadi 20 jam.

“Kita berharap yang penting dapat mengkapper penunjang kehonor lah, yang darurat dengan gaji tak seberapa,” papar dia.

Perihal ini juga telah dia sampaikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten beberapa waktu lalu. Namun jelasnya sampai saat belum terealisasi. Saat ini kata dia sekolah sangat berharap ada penambahan guru dibidang study strategis seperti Bahasa Inggris, Agama, PKN, IPS, IPA dab sebagainya.

Dengan begitu harapannya pada mutasi yang diwacanakan akan dilakukan pihak pemerintah daerah, kedepan SMPN 2 Lingga dapat tambahan tenaga pengajar dari PNS.

“Saat ini murid lebih kurang 100 orang yang duduk di 4 lokal,” kata dia.

Selan itu, permasalahan bangunan juga menjadi perhatian dia. Saat ini hanya tersedia 5 ruang kelas dan perlu adanya tambahan. Disamping itu kondisi rumah guru juga dikatakan tidak lagi layak. Banyak kerusakan yang harus diperbaiki.

“Karena jumlah siswa 35 masih bisa gabung 1 lokal jadi dipakai 4 lokal. Lapangan upacara juga masih beralas tanah,” lanjut dia. (mk/arp)

Print Friendly, PDF & Email