Rusak, Padahal Jalan Ini Salah Satu Penunjang Ekonomi Warga dan Pembangunan Desa

Jalan Tebing-Belungkur di penuhi lumpur (Doc)
Jalan Tebing-Belungkur di penuhi lumpur (Doc)

Lingga (marwahkepri.com) – Parahnya kerusakan jalan penghubung desa Teluk di dusun II Tebing dengan desa Belungkur di Kecamatan Lingga Utara, menjadi kendala terhadap ekonomi warga. Dikarenakan jalan ini merupakan jalan satu-satunya yang harus digunakan dalam melakukan segala keperluan, terlebih dalam urusan ekonomi, Senin (07/08).

Beberapa waktu lalu terkait kondisi fisik jalan ini yang semakin tergerus kerusakan pernah dikeluhkan Kades Belungkur, Muhlizan. Dikarenakan rusaknya jalan yang harus ditempuh seluruh orang bila bekeperluan menuju ke desa yang dia pimpin tersebut sangat menghambat segala aktivitas ekonomi, pembangunan maupun lainnya.

Terkait hal ini juga Kades Teluk, Edi Hendra mengatakan hal yang sama. Untuk desa Teluk sendiri, akses tersebut sangat vital dalam menunjang ekonomi warga. Bukan hanya masyarakat di dusun II Tebing yang sebagian harus menempuh jalan itu bila ingin melaut, tidak terlepas dari masyarakat dusun I Teluk juga berkeperluan sama.

“Saya juga sangat prihatin melihat kondisi jalan yang semuanya, di Belungkur, Tebing dan Teluk selama ini belum ada perbaikan,” ujar dia ketika ditemui, Minggu (06/08) di Daik Lingga.

Bukan hanya jalan penghubung dua didesa yang terpisah di Lingga Utara ini. Tetapi dia juga tegaskan jalan penghubung antara desa Teluk dan desa Kudung di Kecamatan Lingga Timur juga perlu perbaikan. Jalan tersebut menurutnya pernah dibangun tahun 2009 silam. Namun hingga pengaspalan jalan sampai memasuki desa Kudung, jalan yang hanya sekian kilo meter saja sampai ke desanya tidak kunjung dapat perbaikan.

“Kalau perlu Pemda bangun menyambung dari Kudung sampai ke dungun sana. Supaya akses kami mudah,” ucap dia.

Selaku Kades, dia sangat berharap pemerintah melalui instansi terkait yakni DPUPR-PKP Lingga serius dalam menanggapi. Hendaknya apa yang menjadi keluhan dan masalah, terlebih dalam menyangkut keperluan banyak orang seperti akses utama jalan ini dapat di prioritaskan dalam perencanaan pembangunan.

“Kita harapkan secepat mungkin. Tetapi tahun ini nampaknya Pemda tidak mampu. Tapi kita harapkan tahun depan dapat diprioritaskan,” lanjut dia.

Selain itu pantai Dungun mempunyai potensi besar dibidangkan kepariwisataan Lingga. Pantai yang berada diujung utara pulau Lingga ini sudah cukup menjadi alasan pembangunan akes jalan tersebut. Menurutnya pantai yang mencakup dua desa ini sangat memadai bila dikembangkan untuk pariwisata.

“Disini pantai Dungun yang mencakup desa kami dan desa Belungkur sangat berpotensi dalam kemajuan pariwisata. Harapannya kalau jalan sudah bagus. Pastinya kami secara desa dan Pemda juga bisa menarik pemasukan dari ini,” papar dia.

Terlepas dari itu, dia sampaikan akses ke ibukota Kecamatan Lingga Utara yang berada di Kelurahan Pancur juga harus menjadi perhatian pemerintah. Desa Teluk dan Desa Belungkur merupakan desa yang paling jauh ketika harus berurusan ke ibukota kecamatan dikarena harus terlebih dulu melintasi wilayah kecamatan Lingga Timur.

Dengan hal ini dia juga berharap berdasarkan sejumlah data dukungan masyarakat yang dibuat untuk persetujuan desa Teluk dan desa Belungkur masuk ke wilayah kecamatan Lingga Timur dapat segera ditanggapi pihak terkait, Eksekutif maupun Legislatif pemerintahan Kabupaten Lingga.

“Kita harap perda Kecamatan Lingga Utara dan Lingga Timur dirubah. Karena akses kami lebih dekat ke Sungai Pinang Kecamatan Lingga Timur,” harap dia. (mk/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.