Pelaku Perampasan Barang Risa dan Dipa Berbohong Kepada Penyidik

curi

BATAM (Marwahkepri.com) – Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi terdakwa I Hamsa Gosi, Rasiman, Doni Abdi dan Fuaddu dilaksanakan di Pengadilan Negeri Kota Batam, Kamis (3/8).

Pencurian tersebut terjadi pada 15 April 2017 lalu di Tanah Kosong Tepi Jalan Raya Pintu III, Kawasan Bintang Industri, Kecamatan Batuaji dengan mengambil dan mengancam korban Risa dan temannya Dipa.

Awalnya keempat terdakwa melihat Risa dan Dipa sedang berhenti dipinggir jalan, tak lama kemudian datang para terdakwa mendekati sambil mengambil kunci sepeda motor korban.

Setelah itu, terdakwa Hamsa Gosi dan Fuaddi menyuruh Dipa mendorong sepeda motor tersebut dan menggiringnya masuk kedalam lahan supaya tidak terlihat dari Jalan Raya sedangkan terdakwa Doni dan Rasiman bertugas untuk menjaga lokasi jalan.

Dan saat itulah terdakwa Hamsa dan Fuaddi meminta barang – barang milik Risa dan Dipa.

Dalam keterangan Dipa sebagai saksi, saat dimintai barang oleh Hamsa, dia mengatakan tidak memiliki apa – apa kecuali helm.

Kemudian terdakwa Hamsa meminta Hp Risa, dan Risa memperlihatkan 1 (satu) unit Hp senter kepada terdakwa Hamsa.

Karena tidak percaya, terdakwa Hamsa merebut tas milik Risa dan memeriksa isi tas dan dompetnya, pada saat Hamsa sedang memeriksa tas lalu masuk panggilan ke Hp Risa, karena marah Risa akan mengangkat telepon lalu Hamsa memukul tangan Risa sambil merebut dan melemparkannya ke parit dan mengancamnya.

”Kau mau kami tahan disini sampai pagi, kalau gak kau serahkan apa yang kau punya, kau gak tau begal ya, kau mau temanmu kami bunuh, motornya kami ambil lalu kau diperkosa”, ancamnya.

Kemudian Risa tetap mengatakan tidak punya apa – apa, mendengar hal tersebut Hamsa kemudian memukul Risa tetapi Risa berusaha mengelaknya, karena terdakwa Hamsa mengetahui didalam saku celana depan Risa ada Hp lalu Hamsa meminta untuk menyerahkan 1 (satu) unit Hp merek Iphone tersebut.

Karena ketakutan, Risa terpaksa menyerahkan Hp tersebut, setelah itu Hamsa kembali mengancam Dipa.

”Kau mau motormu atau Hpmu yang diambil,”bentaknya.

Kemudian Dipa pun memberikan 1 (satu) unit Hp miliknya, belum puas juga kemudian Hamsa mengambil uang Rp. 200.000 dari dalam dompet Dipa.

Dalam penyidikan, para pelaku berbohong dengan mengatakan mereka melakukan perbuatan tersebut karena Risa dan Dipa berbuat mesum ditempat itu, namun dalam persidangan Risa dan Dipa membantah pernyataan pelaku.

Dan setelah hakim meyakinkan para terdakwa, akhirnya mereka mengakui pemalakan yang mereka lakukan. Mereka juga mengaku berbohong kepada penyidik terkait Risa dan Dipa yang berbuat mesum.

Atas perbuatan terdakwa, mereka di ancam pidana dalam Pasal 365 Ayat 2 Ke-2 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. (mk/mun)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.