Gagal Fokus, Pariwisata Natuna Jalan Ditempat ?

images (6)
Wisata Pulau Senoa (foto : int)

Natuna (Marwahkepri.com) – Kabupaten Natuna sejak dahulu termashur akan kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) khususnya minyak dan gas bumi. Potensi migas di laut Natuna bahkan kerap menjadi incaran perusahaan pertambangan kelas dunia.

Tak dapat dipungkiri, daerah perbatasan ini menghandalkan dana perimbangan migas kucuran pusat sebagai motor penggerak roda perekonomian. Pasalnya, pemerintah daerah belum mampu menggali sektor lainnya, untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Berbicara masalah kekayaan alam, sebenarnya salah satu beranda terdepan NKRI ini masih menyimpan potensi lain yang dapat dijadikan sebagai sektor unggulan.

Bidang pariwisata misalnya, Natuna menyimpan wisata pantai dan spot wisata bawah laut yang tak kalah eksotisnya dengan daerah lain di nusantara. Amat disayangkan, surga tersembunyi ini belum terkelola secara maksimal.

Lima kali periode bupati silih berganti, jangankan mendapat pemasukan, wisatawan pun minim berdatangan. Hingga saat pariwisata belum ada peningkatan alias jalan ditempat.

Lambatnya perkembangan pariwisata Natuna juga diakui Bupati Hamid Rizal, hal ini terbukti dengan belum adanya peningkatan wisatawan. Demikian disampaikannya, Sabtu (29/07), saat pembukaan pekan expo Natuna 2017, di lapangan sepak bola SMPN 1 Ranai.

Menurut Hamid, penyebabnya tidak lain karena selama ini pemerintah daerah tidak fokus mengembangkan pariwisata, sehingga tidak terbenahi dengan baik.

Kemudian promosi yang dilakukan belum maksimal, mengingat keterbatasan anggaran. Dan pengembangan wisata selama ini murni ditanggung melalui APBD Natuna.

“untuk itu pada tgl 20 Mei 2017 lalu kita membentuk TP3N untuk menggesa perkembangan pariwisata secara terpadu, sehingga lebih fokus mengembangkan wisata di Natuna”, ujar Hamid.(nang)

Print Friendly, PDF & Email