Pekerja Gelper Ditahan, Sementara Pemilik Masih Berkeliaran

Suasana di Pengadilan Negeri Kota Batam. (mun)
Suasana di Pengadilan Negeri Kota Batam. (mun)

Batam (Marwahkepri.com) – Tujuh orang terdakwa yang ditangkap Polda Kepri di Gelanggang Permainan (Gelper) mekanik/elektronik  Kampung Aceh pada 3 April lalu dihadirkan dipersidangan Pengadilan Negeri Kota Batam, Selasa (1/8).

Enam orang yang ditangkap adalah para pekerja, sementara satu orang lainnya adalah pemain.

Keenam orang pekerja adalah Firdaus, Leni Oktaviani, Abdul Halim, Yulia Siburian, Siti Yustika dan Rasidah, sedangkan pemain bernama Rustam.

Saksi anggota polisi Dwi Muhadi, dalam keterangannya mengaku mendapat informasi bahwa di Gelanggang Permainan Mekanik / Elektronik tersebut menyelenggarakan Perjudian dengan menggunakan mesin Gelper, kemudian atas informasi tersebut saksi bersama dengan Tim gabungan Dit Reskrimum Polda Kepri melakukan pengecekan terhadap Informasi tersebut.

Sesampainya disana, saksi memperhatikan salah seorang pemain yang bernama Rustam bermain gelanggang permainan jenis Ikan, dan saat itu Rustam menang dan mendapat penambahan kredit koin menjadi sebanyak 7.000 kredit Poin, lalu Rustam memanggil wasit untuk menghentikan permainan (cancel), dan kemudian wasit memberikan sejumlah uang kepada Rustam, melihat kejadian tersebut petugas langsung mengamankan Rustam bersama dengan para penyelenggara lainnya yang berada di Gelanggang permainan tersebut.

Adapun barang bukti yang petugas temukan setelah melakukan penangkapan terhadap para pelaku perjudian tersebut adalah 6 unit mesin ikan, 1 unit mesin balon dan 30 unit mesin poker.

Setelah ditelusuri lebih lanjut, gelanggang permainan tersebut juga tidak memiliki izin dari pihak yang berwenang sehingga Tim Ditreskrimum membawa para pelaku bersama dengan barang bukti tersebut ke Mapolda Kepri untuk pengusutan lebih lanjut.

Berdasarkan pengakuan dari pekerja, mereka telah bekerja selama 3 bulan dengan gaji 150rb/hari dan dibayar harian. Adapun yang menggaji mereka namanya Leman. Pada saat penangkapan Leman sedang berada diluar arena gelper sehingga ia tidak ikut ditangkap

Mereka juga mengungkapkan bahwa ada pekerja lainnya yaitu 2 orang pengawas yaitu Anan dan Leman, wasit 18 orang serta office boy 3 orang. Pada saat penangkapan, mereka sedang bekerja di shift mereka, sehingga hanya mereka saja yang berhasil ditangkap.

Mereka juga menyayangkan bahwa yang ditangkap hanya para pekerja yang mencari nafkah ditempat itu, sedangkan pemilik perusahaan masih bebas berkeliaran diluar sana.

Atas perbuatan tersebut mereka mengaku menyesal dan berjanji tidak mengulanginya lagi. (mk/mun)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.