Dimas Kanjeng Divonis 18 Tahun Penjara

Dimas Kanjeng Taat Pribadi (net)
Dimas Kanjeng Taat Pribadi (net)

Probolinggo (Marwahkepri.com) – Pimpinan padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi divonis 18 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kraksaan Kabupaten Probolinggo. Putusan ini lebih ringan dari tuntutan seumur hidup oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada persidangan sebelumnya.

Persidangan yang dimulai sejak pukul 11:00 WIB itu dipimpin oleh Hakim Basuki Wiyono dengan anggota Yudistira Alfian dan M. Syafrudin. Sebanyak 100 lembar berkas amar putusan dibacakan secara bergantian oleh dua hakim, yakni Basuki Wiyono dan Yudistira Alfian.

Menurut Majelis Hakim, terdakwa terbukti bersalah telah turut serta dalam kasus pembunuhan berencana terhadap korban Abdul Gani. Taat Pribadi secara sah terbukti melanggar pasal 340 juncto 55 KUHP. Yang memberatkan terdakwa adalah perbuatan terdakwa menyebabkan trauma bagi keluarga korban dan terdakwa juga tidak mengakui perbuatannya, dimana sebelum terjadinya pembunuhan, terdakwa memberikan uang kepada para eksekutor Abdul Gani.

Tak hanya itu, sebelum terjadi pembunuhan pada 13 April 2016 lalu, korban Abdul Gani sempat meminta kepada terdakwa untuk mendirikan koperasi. Hal itu dilakukan setelah terdakwa dilaporkan ke polisi terkait kasus penipuan.

Sementara yang meringankan adalah terdakwa tidak pernah menjalani hukuman penjara sebelumnya.

“Terdakwa terbukti turut serta dalam penganjuran pembunuhan korban Abdul Gani,” ucap Ketua Majelis Hakim Basuki Wiyono saat membacakan amar putusan.

Atas putusan ini, Kejaksaan akan melakukan upaya banding dikarenakan putusan lebih ringan daripada tuntutan jaksa. “Saya banding karena sebelumnya kami menuntut seumur hidup. Saya tidak akan menilai keputusan majelis hakim,” ucap Mohamad Usman, salah satu jaksa.

Dimas Kanjeng dikenal publik setelah petugas gabungan Polda Jatim dan Polres Probolinggo menggerebek Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Dusun Cengkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada Kamis, (22/9) lalu.

Dimas Kanjeng ditangkap karena disangka mengotaki pembunuhan anak buahnya, Abdul Gani. Selain itu, Dimas Kanjeng juga ditetapkan sebagai tersangka penipuan bermodus penggandaan uang. (mk/as/k)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.