Jalan Tebing-Belungkur Rusak Parah, Kades Berharap Pemda Cepat Tanggap

Jalan Tebing-Belungkur di penuhi lumpur (Doc)
Jalan Tebing-Belungkur di penuhi lumpur (Doc)

Lingga (marwahkepri.com) – Kondisi jalan penghubung desa Teluk dan desa Belungkur di Kecamatan Lingga Utara, rusak parah. Padahal jalan ini merupakan akses utama, mobilisasi satu-satunya tempat lalu lalang masyarakat disana baik dalam urusan ekonomi maupun dalam hal kemasyarakatan, Minggu (30/07).

Kepala Desa Belungkur, Muhlizan ketika ditemui mengatakan jalan penghubung kedua desa ini merupakan jalan satu-satunya yang dipakai untuk aktifitas lalu lalang. Jalan yang paling parah rusaknya yakni mulai dari dusun II Tebing desa Teluk hingga memasuki dusun I desa Belungkur.

“Masalah jalan penghubung dusun dua Teluk kampung Tebing ke desa Belungkur rusak berat,” papar dia, Sabtu (29/07).

Rusaknya jalan tersebut lanjut dia, sangat menghambat perekonomian dan pembangunan di desa Belungkur sendiri. Terkhusus pada proses pembangunan kata dia, truk mau pun pick up tidak mampu untuk mengantar bahan material bangunan dari Daik dikarena kondisi jalan yang sangat parah.

“Kondisi jalan kami sangatlah memprihatinkan masalah pembangunan didesa Belungkur tentang kondisi jalan Teluk- Belungkur tersebut,” lanjut dia.

Fungsi jalan ini cukup vital guna meningkatkan ekonomi masyarakat desa. Banyak masyarakat dari desa lain yang berkeperluan membeli ikan, kerena diketahui desa Belungkur penghasil ikan untuk wilayah Lingga Timur dan sekitarnya karena mayoritas masyarakat berprofesi nelayan.

Jalan Tebing-Belungkur dipenuhi lumpur (Doc)
Jalan Tebing-Belungkur dipenuhi lumpur (Doc)

Untuk itu sebagai pemerintah desa dia katakan desa Belungkur sendiri sangat membutuhkan bantuan pemerintah daerah dalam mengatasi masalah ini. Menurutnya tidak mungkin harus dipaksakan menggunakan dana ADD ataupun DD dalam menggesa pembangunan jalan tersebut. Karena masih banyak pembangunan lain yang masih diprioritaskan.

“Kalaulah dana ADD dan DD
Kami dari desa Belungkur dan desa Teluk bangun jalan tersebut, tifak akan mungkin karena jalan itu jalan pemerintah,” papar dia.

Dia berharap dengan hal ini pemerintah daerah dapat segera menggesa. Jika tidak terakomodir dalam APBD Perubahan ini, dia sangat berharap di APBD Murni 2018 jalan ini dapat terbangun. Sebagaimana hal ini juga telah disampaikan kepada beberapa anggota DPRD Lingga dalam kunjungan reses beberapa waktu lalu.

“Kami pemerintah desa dan masyarakat masih semangatnya. Mohon pada Pemerintah Daerah supaya di tahun 2018 dapat terbangun,” harap dia. (mk/arp)