Terkait Maraknya Ilegal Logging, Desa Sungai Pinang Berupaya Memperketat Wilayah Hutan

Tumpukan kayu yang diamankan pihak polres Lingga di wilayah desa Sungai Pinang (Doc)
Tumpukan kayu yang diamankan pihak polres Lingga di wilayah desa Sungai Pinang (Doc)

Lingga (marwahkepri.com) – Pemerintah desa Sungai Pinang, Kecamatan Lingga Timur berupaya memperketat pengawasan hutan di wilayahnya, baik itu hutan lindung maupun hutan yang telah berubah status menjadi hutan desa. Pasalnya, hingga saat ini tidak sedikit oknum pengusaha kayu ilegal mencoba masuk ke hutan tersebut, guna mengambil hasil kayu secara diam-diam, Jum’at (28/07).

Kepala desa Sungai Pinang, Diyau Rusdi menyampaikan saat ini pihaknya tengah bersiap melakukan upaya pencegahan tersebut. Dalam hal ini, di sampaikan pihak desa tidak mau lagi kecolongan hasil hutan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab menjarah kayu.

“Kita perketatkan. Ini juga butuh proses dan butuh sinergitas semua unsur,” ujar dia, Kamis (27/07).

Lemahnya pengawasan dan penindakan, sehingga pencurian kayu masih terus terjadi. Untuk itu, kata dia pihaknya akan memaksilkan upaya ini dalam melakukan pengawasan hutan. Semua elemen masyarakat diharapkan melibatkan diri untuk membantu memantau keasrian hutan dan melakukan penindakan bersama desa terhadap oknum-oknum ilegal logging.

Selain untuk kepentingan masyarakat, juga menjaga hasil hutan dari penjarahan yang menguntungkan satu pihak saja.

“Kita juga minta pada LPM, Pemuda dan masyarakat saling membantu baik memberi keterangan menjadi pengawas dilapangan,” ujar dia.

Beberapa waktu lalu melalui pemberitaan media, ilegal logging marak di lintas timur Lingga, termasuk di desa Sungai Pinang. Menanggapi hal ini juga Kepolisian Resort (Polres) Lingga, sudah mengamankan sejumlah tumpukan balok kayu di wilayah hutan desa ini. Namun hingga saat ini tumpukan balok kayu tersebut belum diketahui siapa pemiliknya.  (mk/arp)

Print Friendly, PDF & Email