Komunitas Nifikiwa Mulai Melebarkan Sayapnya

Nifikiwa
Nifikiwa

Batam (Marwahkepri.com) – Nie Film Kite Way (Nifikiwa) merupakan salah satu komunitas yang bergerak dibidang perfilman di Kota Batam.

Komunitas yang dibentuk oleh 5 orang anak teater itu ( Munawir Sani, Pajri Andika, Andi Putra, Dian Purnama Sadewa, dan Idris ) awalnya hanya untuk menyalurkan hobby seni peran mereka dalam bentuk video.

Kemudian mereka mengajak beberapa orang yang sama – sama punya niat untuk mempertahankan budaya melayu dengan cara yang berbeda.

Pajri Andika menerima penghargaan dari Kepala Dinas Pariwisata Febrialin
Pajri Andika menerima penghargaan dari Kepala Dinas Pariwisata Febrialin

Pajri Andika selaku pencetus dibentuknya komunitas itu mengatakan sudah beberapa kali mencari film karya anak Batam yang berbahasa Melayu, namun dia belum juga mendapatkannya, dari situ dia tergerak hatinya untuk ikut berpartispasi mempertahankan budaya melayu dalam bentuk film atau video.

“Saya sendiri orang palembang, Munawir dari Mandailing begitu juga dengan kawan yang lainnya, tidak semua dari kami dari melayu Kepri, tetapi karena kita sudah tinggal di tanah Kepri ini, tentu kita juga ikut mempertahankan budayanya,”ujarnya.

Nama komunitas Nifikiwa sendiri diambil dari bahasa melayu yang berarti “Ini Film Kita Kawan” dengan tujuan karya dari komunitas ini nantinya dapat menghibur masyarakat sekaligus bisa memperkenalkan kembali budaya melayu yang mungkin tidak semua orang mengetahuinya.

Project film pertama mereka dengan judul “Memecah Buih” merupakan awal dari terbentuknya persaudaraan mereka, baik anak baru dan lama sama – sama berusaha sebaik mungkin untuk menghasilkan karya yang baik, namun project ini akhirnya gagal karena beberapa permasalahan.

Film perdana Nifikiwa
Film perdana Nifikiwa

“Film Memecah Buih lah awalnya sehingga karya – karya kami yang lain dapat wadah, insyaallah nanti project itu akan kami lanjutkan lagi,”ungkapnya.

Dan sekarang ini, sudah ada dua karya dari Nifikiwa yang sudah ditayangkan di Blitz Kepri Mall Kota Batam, yaitu Malam Minggu Ramlie dan Aku, Dia dan Teh Obeng.

“Alhamdulillah sekarang nama komunitas kita sudah mulai terdengar, dan kita juga sudah bisa duduk bersama dengan para senior – senior kita untuk membahas perfilman Kota Batam,”imbuhnya.

Dia berharap, dengan kerja keras dan usaha yang dilakukan oleh anak – anak Nifikiwa, komunitas ini akan semakin besar dan diakui di Kota Batam, dan nantinya komunitas – komunitas yang ada di Kota Batam bisa diperhitungkan diluar sana.(mk/mun)