Ketersediaan Obat Kurang, Pasien Masih Saja Dibeban ke Apotek

Resi pembelian obat di apotek (Doc)
Resi pembelian obat di apotek (Doc)

Lingga (marwahkepri.com) – Minimnya pelayanan dan kurangnya ketersediaan sejumlah barang-barang berupa obat, cairan infus, sarung tangan dan masker menjadi pembicaraan sejumlah masyarakat di Kabupaten Lingga. Terlebih pada sejumlah pihak pasien yang hampir setiap hari mengeluh karena harus menanggung beban tersebut, Kamis (27/07) malam.

“Pernah sampai masker kami pasien yang diminta dibeli. Itu sudahlah cairan infus juga kami yang tanggung hari terakhir,” papar Jali, salah satu warga Daik, Rabu (26/07) malam.

Dia mengaku hal tersebut dikarenakan  beberapa waktu lalu, dari keluarganya ada masuk dan berobat di Rumah Sakit Encik Mariyam, Daik Lingga. Karena kekurangan beberapa item itu, dia diminta pihak rumah sakit untuk membeli di Apotek luar.

“Saya kira suruh beli obat apa. Setelah dibaca ada masker,” lanjut dia.

Hal senada juga diungkapkan, Zaldi warga lainnya mengaku bukan hanya keluhan ketersediaan obat dan lainnya, pelayanan perawat juga menjadi masalah. Dia menilai mungkin karena supley gaji yang kerap telat diterima perawat menjadi alasan kurangnya dalam pelayanan kepada pasien.

“Tapikan pasien tidak mau tau hal tersebut dan bukan menjadi alasan utama,” ungkap dia.

Terkait hal ini Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPP-KB) Kabupaten Lingga, Syamsu Rizal mengatakan terkait ketersediaan obat sudah 50 persen sampai beberapa waktu lalu. Sedangkan untuk cairan infus sudah tiba sebanyak 30 ribu botol.

“Itu semua memang sudah kosong selama setahun sejak saya datang. Ini juga sudah dibantu pihak pusat dan provinsi,” ujar Syamsu Rizal, via seluler beberapa waktu lalu.

Dia mengakui dalam hal ini memang, pihak DKPP-KB Kabupaten Lingga sedikit terlambat kerena sesuatu hal. Namun sanggahnya hal tersebut bukan kesengajaan. Karena ada 200 item yang harus segera diisi. Dia tegaskan tidak semua Rumah Sakit itu lengkap terkait beberapa item yang dibutuhkan, sebab itulah disetiap rumah sakit harus disediakan apotek pelengkap.

Untuk stok infus dia katakan akan segera dibagi ke sejumlah Rumah Sakit dan Puskesmas yang ada di Kabupaten Lingga.

“Dan bukan gampang bawa cairan 30 ribu botol itu dari Jakarta ke pelabuhan sungai buluh 2 truk. Kalau sarung tangan itu sudah datang. Tapi kalau masker saya tidak tahu,” ujar dia. (mk/arp)