Mobil Tabrak Bagian Depan Candi Kidal, Halusinasi kah …??

Kondisi mobil yang menabrak bagian depan Candi Kidal di Tumpang, Kabupaten Malang, Selasa (25/7) dinihari. (net)
Kondisi mobil yang menabrak bagian depan Candi Kidal di Tumpang, Kabupaten Malang, Selasa (25/7) dinihari. (net)

Malang (Marwahkepri.com) – Sebuah kecelakaan tunggal cukup mengherankan terjadi di Malang. Pasalnya mobil yang dikemudikan dokter Joko Agus Gunawan (35), secara misterius menerobos masuk pagar candi dan menabrak bagian depan Candi Kidal di Tumpang, Kabupaten Malang, Selasa (25/7) dinihari.

dr Joko Agus Gunawan yang juga warga desa setempat (Desa Tumpang) mengaku seorang diri dalam perjalanan pulang dari mengantar kakeknya di kawasan Pakis, Kabupaten Malang. Dia mengaku sudah melewati jalur jalan yang benar. Namun anehnya, mobil justru nyasar menjebol pagar batu bata setinggi 1,5 meter bagian samping utara gerbang situs.

KIA Carnival dengan nopol BE 2844 CH itu kemudian nyelonong ke jalan pedestrian dan tanaman hias hingga akhirnya melompat terjun ke halaman utama Candi Kidal, menabrak bagian anjungan (mulut tangga) pintu masuk Candi Kidal.

Joko mengaku heran karena sama sekali tidak melihat jalur jalan yang dilaluinya salah. Medan atau lokasi candi sebenarnya sangat tidak memungkinkan diakses kendaraan roda empat. Namun mobil yang dikendarainya justru bisa menerobos pagar hingga menabrak anjungan tangga pintu masuk.

Petugas Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas) Polres Malang bersama petugas dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, sejarawan serta tokoh masyarakat Desa Kidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, akhirnya berhasil mengevakuasi mobil tersebut, Selasa (25/7) sore.

Proses evakuasi menggunakan truk derek dilakukan dengan ekstra hati-hati sehingga membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam.

“Kami pakai truk derek untuk meminimalkan kerusakan situs bangunan candi setelah berkoordinasi dengan tim dari BPCB Jatim,” ujar Kanit Laka Polres Malang Iptu Yoyok Supandi didampingi Kapolsek Tumpang, AKP Yusuf Suryadi, yang memimpin jalannya olah tempat kejadian perkara (TKP).

Pada saat peristiwa itu terjadi, Kapolsek Tumpang disaksikan sejumlah warga dengan jelas mendengar kata-kata dr Joko, “Saya Garuda, saya Garuda.”

Sesudah itu ia minta izin mandi di mata air yang lokasinya, sekitar 250 meter di belakang Candi Kidal. AKP Yusuf menambahkan, setelah dilakukan upaya alternatif, barulah Joko seolah tersadar dari halusinasi.

Arkeolog Dwi Cahyono yang tinggal di Malang, mengatakan, bahwa peristiwa aneh tersebut perlu diusut, karena secara nalar tidak mungkin mobil sebesar itu bisa nyelonong masuk menghantam pagar besi, menerobos pedestrian dan halaman lalu terhenti karena menabrak bangunan inti candi.

“Jaraknya 50 meter dari ruas jalan, tetapi sangat mustahil mobil bisa nyelonong ke sini,” ujarnya. (mk/bs***)