Parah !!! Siswa Pindahan Harus Siapkan Kursi Belajar Sendiri

Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

Lingga (marwahkepri.com) – Siswa pindahan yang ingin melanjutkan pendidikan di SMPN 1 Lingga harus dikenai beban biaya penyediaan kursi dan meja tambahan. Hal ini sontak menimbulkan pembicaraan karena dinilai bertolak belakang dengan kebijakan pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan Lingga yang mengadang-gadangkan pendidikan gratis untuk siswa baru, mulai dari seragam sekolah dan lainnya.

“Saya terkejut saat mendaftarkan anak saya ke SMPN 1 yang pindah dari SMPN di Kecamatan Singkep Barat. Dengan alasan dana BOS belum cair kepala sekolah SMPN 1 Daik meminta agar menyiapkan kursi dan meja untuk anak saya jika ingin bersekolah di sekokah itu,” kata orang tua salah seorang siswa pindahan yang meminta namanya tidak disebutkan, Senin (24/7) kemarin.

Dia katakan mengenai pendidikan, bukan hanya pemerintah daerah namun pemerintah pusat juga telah mendengungkan terkait  mengratiskan seluruh siswa baru dari pembelian seragam sekolah. Dalam hal ini juga, tidak berarti menghilangkan beban biaya bagi siswa yang ingin masuk ke SMPN 1 Lingga. Kurangnya fasilitas meja dan kursi belajar disekolah ini menyebabkan pihak sekolah mengambil kebijakan siswa pindahan dari sekolah lain untuk menbawa sendiri kursi dan meja untul belajar disekolah.

Lebih lanjut kata dia, jika orang tua siswa tidak sempat untuk membeli sendiri kursi dan meja tersebut, pihak sekolah dapat membantu memfasilitasi pembeliannya dengan harga Rp 420.000. Dengan alasan, nanti akan diganti setelah dana BOS dapat dicairkan.

“Sangat tidak masuk akal, selain mendapatkan dana BOS setiap sekolah pendidikan dasar diberikan anggaran rutin sekolah oleh pemerintah daerah setempat. Anggaran rutin ini dapat dipakai untuk perbaikan fasilitas sekolah yang dibutuhkan untuk proses belajar mengajar,” ucapnya.

Dia juga menyampaikan, selain dirinya masih ada beberapa orang tua siswa pindahan yang diminta hal serupa. “Ini harusnya menjadi perhatian Dinas Pendidikan Lingga. Saat tingkat perekonomian masyarakat sedang sulit, ada pihak yang ingin mendapatkan keuntungan sendiri,” cetusnya.

Sementara terkait hal ini Kepala SMPN 1 Lingga, Kadari meluruskan pembicaraan tersebut. Dia sampaikan pihak sekolah tidak meminta orang tua siswa untuk memberikan meja dan kursi ke sekolah. Namun kondisi yang sebenarnya terjadi, saat ini di SMPN 1 Lingga memang kekurangan meja dan kursi untuk belajar siswa. Melalui anggaran BOS, kata dia pihak sekolah telah memasang 50 set meja dan kursi untik memenuhi kekurangan tersebut.

“Kebetulan saat siswa mendaftar tukang yang mengerjakan pembuatan meja dan kursi belum menyiapkan pesanan hingga masuknya tahun ajaran baru 2017-2018. Untuk kebutuhan belajar siswa sekolah meminjam kebutuhan meja dan kursi dari SMAN 1 Lingga,” kata Kadari ketika dikonfirmasi.

Peminjaman meja dan kursi ini, lanjut dia tentunya sesuai kebutuhan di sekolah. Sekolah tidak memperkirakan masuknya siswa pindahan. Untuk itu dalam hal ini justru menjadi kendala, sehingga berinisiatif dan mengambil kebijakan siswa pindahan membantu menyediakan kursi dan meja untuk belajar.

“Saya hanya meminta bantu agar proses belajar mengajar siswa yang berangkutan tidak terganggu. Setelah BOS dapat dicairkan nantiny uang yang diberikan orang tua siswa akan dikembalikan,” kata Kadari menjelaskan. (mk/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.