KPPAD Lingga Apresiasi Atas Penghargaan Kabupaten di Kategori Pratama KLA

Encik Aprizal, Ketua KPPAD Lingga (Doc. Facebook Encek Afrizal)
Encik Aprizal, Ketua KPPAD Lingga (Doc. Facebook Encek Afrizal)

Lingga (marwahkepri.com) – Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kabupaten Lingga merasa bangga terkait penghargaan yang didapatkan Kabupaten Lingga menjadi salah Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) kategori Pratama di provinsi Kepulauan Riau. Hal ini langsung dituturkan Ketua KPPAD Lingga, Encek Afrizal, Senin (24/07).

“Saya mengucapkan selamat dan sukses atas penghargaan yang diberikan kepada pemerintah Kabupaten Lingga atas dianugerahkan sebagai Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) kategori Pratama oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Ibu Yohanna Yenbise,” kata dia, Minggu (23/07) malam di Daik Lingga.

Atas penghargaan yang telah diperoleh Kabupaten Lingga tersebut, dia katakan selaku pihak KPPAD Kabupaten Lingga akan lebih berkomitmen dengan tugas, kewajiban serta kebijakan yang bersangkutan dengan anak. Komitmen itu bisa saja dalam berbagai bentuk, baik dengan sistem pembangunan berbasis anak dengan pengintegrasian sumber daya pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan unsur media.

Hal ini perlu dilakukan mengingat Kabupaten Lingga tidak hanya harus bertengger kategori Pratama, namun berusaha lepas ttingkat demi tingkat kategori.

Dalam hal ini pihaknya telah memiliki target tersendiri guna meningkatkan seluruh elemen penyelenggara perlindungan anak memahami akan perlindungan anak, khususnya di Kabupaten Lingga.Namun, sanggahnya hal ini tidak cukup hanya beberapa tahun sehingga harus berkesinambungan.

“Dengan penghargaan ini kita lebih berkomitmen dalam segala kebijakan terkait anak. Jika demikian, maka terwujudlah golnya Kabupaten Lingga Layak Anak dan Kabupaten Lingga Ramah Anak,” lanjut dia.

Untuk itu dia berharap, perhargaan ini tidak hanya sebuah simbolis. Kedepan kata dia tugas harus lebih serius terkait pembinaan kepada anak sebagai generasi penerus. Selain itu, pemerintah daerah, dalam hal juga diminta untuk lebih peka terhadap permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan anak. Karena dalam hal ini tidak terlepas dari kerjasama yang baik dan sinergitas yang tinggi semua pihak.

“Tugas kita untuk lebih perduli dengan anak, agar lebih serius,” papar dia.

Sementara itu, untuk wilayah di Kabupaten Lingga yang akan dijadikan sebagai kawasan layak anak, Encek mengaku secara teknis yang menentukan yakni Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-PPPA) Kabupaten Lingga.

“Insya Allah dalam tahun ini Dinsos-PPPA membuat desa percontohan Desa Layak Anak yaitu di Desa Benan Kecamatan Senayang,” katanya.

Terkait, kasus anak dia juga berharap dapat menurun, bukan kasus yang diamkan tapi benar-benar tidak ada kasus maupun isu-isu permasalahan terhadap anak di Kabupaten Lingga.

“Sejauh ini, hingga akhir Juli 2017 baru tercatat 8 kasus yang melibatkan anak dibawah umur khususnya di Kabupaten Lingga. Jika ada kasus anak lebih baik dilaporkan untuk diselesaikan dan dicarikan solusi,” kata dia.

Sebelumnya, Kabupaten Lingga merupakan salah satu dari 126 daerah tingkat II di Indonesia, yang menerima penghargaan kabupaten/kota menuju layak anak dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI.

Penyerahan anugerah yang disejalankan dengan kegiatan peringatan Hari Anak Nasional tahun 2017 di kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Sabtu (22/7) malam tersebut, diterima langsung oleh Bupati Lingga Alias Wello. (mk/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.