DPD KNPI Lingga Gelar Musyawarah Bersama Warga Benan Terkait Hutang Musda

DPD KNPI Lingga, musyawarah bersama masyarakat Benan di desa Benan, Jum'at (21/07) malam.
DPD KNPI Lingga, musyawarah bersama masyarakat Benan di desa Benan, Jum’at (21/07) malam.

Lingga (marwahkepri.com) – Terkait hutang yang ditinggalkan terhadap warga Benan pasca Musda KNPI Lingga ke- lI pada Oktober 2016 lalu, warga Benan dan Kepala Desa Benan berserta kepengurusan DPD KNPI  Lingga melakukan musyawarah bersama.  Musyawarah yang digelar disalah satu kotek di desa Benan dilakukan guna menyatukan pendapat alam menyelesaikan masalah ini.

Dari pantauan marwahkepri.com, musyawarah digelar bersama masyarakat Benan, setelah DPD KNPI Lingga melakukan Rakerda.

Ketua DPD KNPI Lingga, Saparuddin  pada kesempatan itu menjelaskan terkait permasalahan hutang yang sebenarnya tidak dia ketahui. Dihadapan warga Benan, dia mengatakan dalam pembiayaan Musda lalu anggaran sebanyak Rp 100 Juta telah diserahkan ke Erwan Bachrani dengan menunjukkan bukti transfer rekening, ditambah uang pembiayaan tiang umbul-umbul sebanyak Rp 3 juta.

Dalam hal ini kepanitiaan yang bentuk terselenggaranya Musda juga berjalan tidak efektif. Karena keseluruhan anggaran di pegang Erwan Bachrani selaku ketua KNPI demisioner. Sehingga diakui sampai hari ini SPJ tentang pembiayaan Musda juga tidak dia terima dimasa pimpinannya.

“Sampai hari ini pak, bu. SPJ yang dari Erwan juga tidak ada. Jadi kami juga susah. Sedang persoalan hutang kami tidak mengetahuinya,” kata dia dihadapan warga Benan yang ikut musyawarah itu, Jum’at (21/07) lalu.

Jadi persoalan itu, dengan tegas dia sampaikan bukan hutang DPD KNPI yang sekarang dia pimpin melainkan hutang Erwan Bachrani secara pribadi atau hutang DPD KNPI pada masa itu. Karena menurutnya juga sejauh ini tidak ada surat yang dikeluarkan kepemimpinan Erwan persoalan hutang dimasa kepemimpinannya harus diselesaikan pada masa ini.

“Jadi pak, Bu. Tolong dimengerti. Kami telah banyak bantu terkait pembiayaan. Jika kami lagi dibebankan hutang ini mana sanggup kami. Sedang kami sendiri, bukan yang berhutang,” jelas dia.

DPD KNPI Lingga
DPD KNPI Lingga,musyawarah bersama masyarakat Benan di desa Benan, Jum’at (21/07) malam.

Sementara Sahlan, warga Benan yang selama ini merasa bertanggungjawab persoalan dan dibebani terkait hutang tersebut menjelaskan satu persatu item yang dihutangkan. Namun karena tidak mengetahui, sejuah ini yang dia tahu hanya DPD KNPI Lingga yang menyelenggarakan kegiatan Musda. Diapun membuat nota-nota hutang atas nama penerima DPD KNPI Lingga. Padahal dia akui, yang berhutang atau yang memberi instruksi dengan permintaan jasa dan barang konsumsi yang dihutangkan tersebut, adalah Erwan Bachrani.

“Kami tidak tahu, makanya kami disini minta kejelasannya. Memang yang menyuruh saya ini itu adalah Erwan, cuman sejauh ini kegiatan Musda KNPI, ya kita anggap ini hutang KNPI. Tapi setelah dijelaskan begini kita jadi tahu. Dah sasaran yang harus kami tagihan itu mengkerucut ke Erwan,” ujar dia.

Musyawarah sempat diwarnai debat kusir dan akhirnya berujung satu kesepakatan. DPD KNPI Lingga dibawah naungan Saparuddin dengan iktikad baik membantu membayarkan jumlah tagihan sebanyak Rp 13 juta dari total jumlah hutang yakni Rp 37.727.000. Sementara hutang penginapan kotek dan retribusi masuk sebanyak Rp 5 juta sudah ditanggung pihak Disparpora Kabupaten Lingga. Sedangkan hutang yang masih tersisa sebanyak Rp 20 juta menjadi tanggungjawab Erwan Bachrani secara pribadi maupun selaku ketua DPD KNPI Lingga periode pertama.

Ditempat  yang sama Kepala Desa Benan, Mar’aat selaku penengah musyawarah itu, juga menyetujui hasil keputusan. Dalam hal ini dia katakan siap membantu menyelesaikan masalah yang harus ditanggung warganya. Bagaimana caranya dia bersama Sahlan akan berusaha menjumpai Erwan membicarakan persoalan hutang yang masih ditinggalkan.

“Karena KNPI sekarang ini sudah datang, berarti mereka jelas membantu dalam artian bukan mencicil. Dan berarti mereka juga tidak merasa bersalah hingga berani datang. Kami dari desa dan pak Sahlan akan siap mengatur caranya bagaimana bisa menjumpai Erwan,” ujar dia.

Untuk sekarang lanjut Kades, warga Benan tidak ada lagi permasalahan dengan DPD KNPI Lingga melainkan hanya dengan Erwan Bachrani.

Dengan pemberitaan beberapa waktu lalu, secara umum dia tegas sangat merugikan pihak DPD KNPI Lingga. Karena sejauh pemberitaan, cendrung menyudut DPD KNPI Lingga . Tapi dengan melalui musyawarah ini hasilnya dapat dilihat, dan sebuah keputusan dapat dipetik.

Musyawarah ini turut dihadiri Perwakilan Kecamatan (PK) KNPI se-kabupaten Lingga, Kades Benan dan sejumlah warga Benan. Kehadiran DPD KNPI Lingga juga diisi dengan kegiatan khitanan massal anak-anak Benan dan desa Pulau Bukit, gotong royong, dan jalan santai bersama masyarakat Benan. (mk/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.