Delapan Catin Suku Laut Pulau Lipan Nikah Secara Massal

Calon Pengantin dari Suku Laut Pulau Lipan d KUA, Daik Lingga, Kamis (20/07).
Calon Pengantin dari Suku Laut Pulau Lipan d KUA, Daik Lingga, Kamis (20/07).

Lingga (marwahkepri.com) –  Delapan pasang calon pengantin (catin) Suku Laut Pulau Lipan Desa Penuba Kecamatan Selayar ikuti resepsi pernikahan secara massal di Kantor Urusan Agama (KUA) Daik Lingga, Kamis (20/7). Pernikahan ini dilakukan atas keinginan sejumlah catin tersebut, untuk membina keluarga dengan syarat berdasarkan Islam.

Camat Selayar, Abang Safril mengatakan mengenai anggaran dilaksanankan pernikahan massal ini didapatkan dari sumbangan sejumlah kalangan pemerintah dan masyarakat secara pribadi. Sebab jelasnya, terkait anggaran DPA kecamatan Selayar itu tidak ada.

Begitu juga mengenai resepsi, kata dia akan diusahakan pada waktu yang tepat. Rencananya resepsi juga kan dilakukan di Pulau Lipan Desa Penuba.

“Jadi saya pandai-pandai mencari dana supaya para calon pengantin nikah secara bersama-sama di KUA tanpa kita pungut biaya,” papar dia, Kamis (20/07).

Disamping itu, dia juga mengaku sebagian dari calon pengantin tersebut ada yang baru memeluk islam, sedangkan orang tuanya masih beragama lain. Namun dalam hal ini kedua orang tua catin mengikhlaskan putrinya memeluk islam dan dinikahkan secara islam.

“Disini ada salah satu putri anak kepala suku di Pulau Lipan, dan alhamdulillah ia mendapat restu orang tuannya memeluk Islam dan menikah secara islam pada hari ini,” ungkap dia.

Untuk itu, dia mengajak eleman masyarakat baik pemerintah daerah serta pemangku-pemangku adat dan agama. Bersinergi, supaya bersama-sama memberi pembinaan agama di Pulau Lipan Desa Penuba. Sebab sebagaimana diketahui suku laut baru memeluk agama, sehingga mereka butuh bimbingan agar keislaman merekapun terjaga dan terpelihara.

“Paling tidak kita harus menempatkan da’i disana. Paling tidak mereka mendapat bimbingan rohani secara islam,” lanjut dia.

Ditempat terpisah, Kepala bagian (Kabag) Kesra Setda Lingga Akhmad Sukri mengatakan memang sudah sepantasnya Pemkab Lingga memperhatikan suku laut yang ada di Kabupaten Lingga. Terlebih lagi, suku laut Lingga dikenal sebagai suku asli yang Kabupaten Lingga.

“Yang terpenting adalah memahami apa itu islam, iman dan taqwa. Agar bisa dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari dalam berhubungan di tengah-tengah masyarakat,” katanya.

Pantaun lapangan, sejumlah catin suku laut dari pulau Lipan tersebut disambut kedatangannnya dari Penuba di Pelabuhan Penarik kemudian diarak dengan mobil bak terbuka dan diiringi dengan gendang pengantin mengelilingi Kota Daik. Setelah itu rombongan catin  diantar langsung ke Kantor KUA Lingga untuk dinikahkan. Selesai menikah mereka kembali Pulau Lipan.

Hadir dalam cara pernikahan ini, KUA Daik Lingga Rusli S.Ag, yang di saksikan secara bergantian oleh Wakil Bupati Lingga, Muhammad Nizar, Ketua LAM Kabupaten Lingga H Muhammad Ishak, Ketua MUI Lingga Ustadz Badiul Hasani, Anggota DPRD Lingga, Zakaria, Aktivis Suku Laut, KPPAD Lingga serta tokoh agama dan adat Kecamatan Selayar. (mk/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.