Pemkab Lingga Adakan Ramah Tamah Bersama Ketum HKTI Pusat

Bupati Lingga, Alias Wello saat menyampaikan sambutan di Gedung Daerah DaboSingkep, Selasa (18/07) malam.
Bupati Lingga, Alias Wello saat menyampaikan sambutan di Gedung Daerah DaboSingkep, Selasa (18/07) malam.

Lingga (marwahkepri.com) – Bertempat di balai Gedung Daerah DaboSingkep, pemerintah Kabupaten Lingga mengelar Ramah Tamah bersama Ketua Umum HKTI pusat, Jend Purn Dr Moeldoko, Selasa (18/07) malam.

Pada kesempatan itu turut hadir Bupati Lingga, Alias Wello sebagai Ketua Umum HKTI provinsi Kepri dan Sarmidi selaku Ketua Umum HKTI provinsi Sumatera Barat.

Bupati Lingga dalam sambutannya mengatakan kehadiran Jend Purn Dr Moeldoko di Kabupaten Lingga untuk langsung melihat lahan percetakan sawah yang telah dibuka di sejumlah tempat di Kabupaten Lingga.

“Insyaallah dengan keyakinan dan semangat yang tinggi kedepannya menjadi salah satu Kabupaten lumbung padi,” papar dia penuh semangat, Selasa (18/07) malam.

Dia katakan Kabupaten Lingga memiliki 640 pulau dan untuk saat ini baru dihuni sekitar 98 pulau yang mayoritas masyarakatnya adalah petani. Namun tegasnya tidak menutup fakta sebagian masyarakat ada yang berpenghasilan dari nelayan dan timah.

“Saya tidak lagi Bupati Lingga karena sejak dilantik Bupati, saya sudah bergelut didunia pertanian hingga kini tepatnya saya seorang petani,” ucapnya dengan canda.

Sementara Jend Purn Dr Moeldoko yang hadir mengatakan dirinya juga senang bertani. Berasal dari daerah terpencil di Jawa Timur, dia akui paham dalam mengembangkan sektor pertanian dengan memanfaatkan lokasi lahan yang ada, dengan sistim 3M yakni
murah, mahir, dan meningkat.

“Dengan menerapkan tiga sistim ini, insyaallah sangat meningkatkan kualitas dan kuantitas petani,” terang dia.

Menurutnya bukan saja pihak kepolisian yang wajib punya Densus 88, petani dalam hal ini juga harus punya yakni pendamping dan penyuluh pertanian.

“Makanya saya berani pastikan setiap anak yang sudah ditanggung kuliahnya oleh pemerintah Kabupaten Lingga, setelah lulus nanti tidak akan jadi pengangguran dan akan dikerjakan langsung kepada kita dengan jumlah gaji yang cukup,” papar Moeldoko. (mk/zul)

Print Friendly, PDF & Email