Pipa Transmisi Patah, PDAM Matikan Penyaluran Air Kesejumlah Pelanggan

Pipa Transmisi PDAM Dabosingkep yang patah akibat longsor sedang dalam perbaikan, Selasa (18/07).
Pipa Transmisi PDAM Dabosingkep yang patah akibat longsor sedang dalam perbaikan, Selasa (18/07).

Lingga (marwahkepri.com) – PDAM wilayah Dabosingkep terpaksa harus menghentikan penyaluran air baku kesejumlah pelanggan pemakai jasa air minum, dibeberapa tempat di Dabosingkep. Hal ini dikarenakan longsor yang terjadi di sekitar bak penampungan mengakibatkan pipa transmisi setebal 8 inci patah sehingga penyaluran air menjadi terkendala, Selasa (18/07).

Terkait masalah ini dibenarkan Samizi, ST salah satu anggota DPRD Lingga yang membidangi Komisi II. Dia yang ikut melihat langsung kondisi PDAM ini, mengatakan kondisi ini dimungkin akibat hujan yang berkepanjangan.

“Iya tadi pipanya putus, kena longsor,” papar dia lewat seluler, Selasa (18/07).

Menurutnya terkait musibah ini terpaksa pihak PDAM mematikan penyaluran air ke sejumlah tempat. Pipa tersebut, merupakan pipa transmisi ke arah Kampung Boyan di Kelurahan Dabo Lama. Sehingga tidak hanya Kampung Boyan sejumlah kampung lainnya juga menerima kemacetan air akibat dari longsor ini.

“akibat putus aliran tersebut kampung boyan, kampung Bugis, Dabo Lama, Kebun Niur, Pasir Putih, Sekop Darat, Sekop Laut, Teluk Eru, Dabo Kota, dan Belakang Pasar, sekitar air mati,” kata dia.

Perihal ini kata dia langsung ditangani pihak PDAM Lingga khususnya diwilayah Dabosingkep. Saat ini pihak PDAM Dabosingkep tengah melakukan pengerjaan dan diharapkan hari ini selesai.

“Kami tadi turun jam 10, memantau bersama pihak PDAM Dabosingkep dan Direktur Utam PDAM Lingga,” ujar dia.

Secara detail, terkait penyebab longsor dia katakan tidak dapat memastikan karena jalan terputus akibat longsor. Namun berdasarkan informasi dari pihak PDAM, longsor bisa terjadi dikarena serapan air diatas bak penampungan berkurang diakibatkan maraknya penebangan liar diwilayah tersebut.

Sehingga, jika terjadi hujan daya tampung kolong diwilayah yang longsor ini, tidak mampu menampung derasnya air yang turun dari atas bukit. Sementara jalan yang dilewati pipa transmisi tersebut, hanya berbentuk gorong-gorong.

Tidak hanya pipa transmisi, sejumlah ruas badan jalan juga ikut longsor, mengakibatkan putusnya akses menuju keatas bak penampungan air PDAM Dabosingkep.

“Karena jalan terputus untuk meninjau lebih jauh keatas sekitaran bak penampungan. Menurut info orang PDAM, serapan air diatas sudah berkurang karena penebangan liar,” ujar dia. (mk/arp)