Meskipun Ekonomi Lesu, Para Pendatang Tetap Jadikan Batam Tempat Mencari Kerja

Kantor Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Batam di Sekupang.
Kantor Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Batam di Sekupang.

BATAM (Marwahkepri.com) – Ekonomi Batam yang semakin lesu rupanya tidak membuat para pendatang berpikir dua kali untuk datang mencari kerja ke Kota Batam ini.

Hal itu seperti terlihat di Kantor Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Batam di Sekupang yang masih ramai didatangi para pencari kerja untuk membuat kartu kuning Selasa (18/7).

Kartu kuning adalah salah satu syarat pelamar dalam mencari kerja.

Salah satunya ialah Novita yang berasal dari Jambi, dia mengaku baru lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) dan berinisiatif datang ke Batam untuk mencari kerja.

“Saya ke Batam ingin mencari pengalaman mas, lagian dikampung susah juga, manatau rezekinya disini,”ungkapnya.

Antrian untuk membuat karu kuning di Kantor Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Batam di Sekupang Selasa (18/7)
Antrian untuk membuat kartu kuning di Kantor Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Batam di Sekupang Selasa (18/7)

Novita yang sudah sebulan di Batam ini mengaku tidak mengetahui bagaimana kondisi ekonomi di Batam sekarang ini, yang ia tau, Batam adalah tujuan banyak orang untuk mencari kerja.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ibu Kesya dari Tanjung Uncang, sanak saudaranya dari Padang juga sedang membuat kartu kuning di Disnaker.

“Iya, keluarga juga baru datang, kami tidak menolak dia untuk datang kesini, dia coba aja dulu, kan rezeki sudah ada yang ngatur,”ungkapnya.

Menurut Ibu yang sudah memiliki 2 orang anak ini, di daerah tempat tinggalnya yaitu Tanjung Uncang banyak ibu – ibu yang mengeluhkan ekonomi sekarang ini.

“Suami saya dulu kerja di Galangan, tapi tempat dia bekerja sudah tutup, alhamdulillah sekarang sudah dapat kerja baru, jadi sebelum adik saya belum dapat kerja, kami dulu yang biayai,”lanjutnya.

Berita tentang Batam yang dulunya dikenal sebagai “Surga Para Pencari Kerja” dan telah menyebar ke berbagai tempat di Indonesia rupanya masih terngiang di telinga para pemuda – pemudi dari daerah lain, dan masih mengharapkan Batam sebagai tempat mencari nafkahnya.(mk/mun)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.