Pernyataan Sikap Tolak Agenda Pemprov, Aktivis Sambangi Kantor Bupati dan DPRD Lingga

Aziz Martindas, Aktivis saat melakukan orasi di halaman Kantor DPRD Kabupaten Lingga, Senin(17/07) pagi.
Aziz Martindas, mantan Aktivis Mahasiswa Perjuangan Provinsi Kepulauan Riau saat melakukan orasi di halaman Kantor DPRD Kabupaten Lingga, Senin(17/07) pagi.

Lingga (marwahkepri.com) – Sejumlah aktivis di ibukota Kabupaten Lingga, menyatakan sikap menolak agenda Pemprov Kepri dalam hal membangunan jembatan layang (Fly Over) di kota Tanjungpinang dan jembatan interkoneksi antar pulau di Kabupaten Karimun. Dalam aksi tersebut, mereka mendesak pemerintah Kabupaten Lingga dan DPRD Kabupaten Lingga menyamping nota keberatan terhadap agenda Pemprov tersebut, Senin (17/07).

Aziz Martindas, mantan Aktivis Mahasiswa Pejuang Provinsi Kepulauan Riau bertindak sebagai koordinator lapangan dalam orasi yang di sampaikan mendesak pemerintah Kabupaten Lingga dan DPRD Kabupaten Lingga ikut menolak agenda provinsi Kepri tersebut. Dalam hal ini mereka menyampaikan keberatan agenda itu agar Pemprov Kepri tidak menfokuskan pembangunan di Kabupaten Karimun dan Kota Tanjungpinang saja.

“Kami meminta nota keberatan pemerintah dan DPRD Kabupaten Lingga ikut menolak pembangunan yang memakan biaya Rp370 miliar tersebut,” kata dia saat melakukan orasi di halaman kantor Bupati Lingga, Senin (17/07).

Dirinya yang mewakili masyarakat Kabupaten Lingga, juga mendesak Pemprov Kepri untuk lebih memprioritaskan dan menyelesaikan pembangunan pada daerah-daerah kabupaten/kota di Kepri yang masih tertinggal. Sebagaimana wacana gubernur terdahulu, almarhum HM Sani yang dikenal dengan singkatan NAL (Natuna, Anambas, Lingga) yang perlu mendapat pemerataan pembangunan. Khususnya Kabupaten Lingga yang merupakan tanggung jawab Provinsi Kepri, hingga hari ini masih tertinggal.

“Provinsi Kepri seharusnya fokus pada jalan lintas Kabupaten Lingga yang merupakan tanggungjawab pemerintah provinsi,” kata dia.

Selain itu terkait permasalahan hutang RTLH, mereka menekankan dapat dituntaskan diakhir 2017 ini.

Terkait orasi ini, dia juga mengatakan pemerintah Kabupaten Lingga mananggapi baik. Setelah mendapat dukungan ini, pihaknya akan melakukannya dan melanjutkan ke tingkat provinsi.

“Wakil Bupati Muhammad Nizar telah memberikan dukungan dan akan segera melakukan koordinasi bersama stafnya untuk menindak lanjuti pernyataan sikap ini,” kata dia. (mk/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.