Wah ! Benarkan Kades Marok Kecil Ancam Warga Terkait DKTM Pasca Tambang Lingga

Pasca Tambang PT Sanmas Mekar Abadi (Doc)
Pasca Tambang PT Sanmas Mekar Abadi (Doc)

Lingga (marwahkepri.com) -Terkait pemberitaan dilema pencairan DKTM yang masih tanda tanya mengenai pengalihan fungsi beberapa waktu lalu, Rusdi selaku Kades Marok Kecil mengumpulkan warga di kantor desanya. Bukan penjelasan mengenai penyebab pengalihan fungsi DKTM yang diharuskan ketambak atau proses terkait pencarian DKTM melainkan pernyataannya akan menuntut narasumber atas pemberitaan terdahulu kepada pihak penegak hukum.

“Kami di undang ke kantor desa dikira untuk rapat pencairan DKTM yang diajukan kepihak tambang , namun sesampainya kami, bukannya rapat hal pencairan DKTM malah kades hanya menyampaikan akan menuntut narasumber kepihak penegak hukum,” kata salah satu perwakilan masyarakat desa marok kecil dusun III remik yang tidak mau dipublikasikan, Senin (11/07).

Dia mengatakan dari penyampaian Kades tersebut, sudah mengetahui narasumber terkait pemberitaan yang lalu. Kades dalam hal ini menurutnya tidak terima atas semua yang disampaikan narasumber.

“Untuk itu dalam hal ini dia akan melaporkan narasumber kepihak penegak hukum dalam waktu dekat in,” papar dia.

Sementara menurut sumber ini, apa yang dikatakan mengenai pengalihan fungsi DKTM ke tambak udang atas dasar hasil musyawarah seluruh masyarakat desa itu tidak benar.

“Karena sampai hari ini setiap putusan yang di ambil kami hanya hadir sebatas mendengarkan putusan yang sudah dibuat saja dan bukan bebar-benar musyawarah,” ujar dia.

“Kami sekarang sudah malas hadir jika diundang rapat, pasalnya percuma kami hadir kalau hanya untuk mendengarkan putusan saja, sementara setiap usulan yang kami ajukan di tolak,” lanjut dia.

Dia tegaskan tidak setuju jika anggaran DKTM hasil dari pasca tambang bauksit PT Sanmas Mekar Abadi digunakan untuk pembuatan tambak udang dan pemeliharaan sapi.

“DKTM ini milik keseluruhan masyarakat desa dan harus digunakan sesuai kebutuhan yang diajukan masyarakat sekarang ini, malah kami khususnya warga masyarakat dusun III remik berpikir untuk saat ini bagusnya DKTM ini tak usah dicairkan sampai habis masa jabatan pemimpin yang ada sekarang, dari pada dicairkan tidak sesuai dengan apa yang kami harapkan,” terang dia.

Mirisnya, dia mengakui sebagai warga sampai hari ini tidak tau pasti berapa jumlah dana DKTM yang masih tersisa

“Jika kami bersuara malah kami tidak dianggap, tidak mendukung dan tetap ujung-ujungnya dikatakan pembangkang dan semua yang dilakukan berdasarkan peraturan pemerintah padahal sebenarnya semua itu hanya alasan saja supaya apa yang di buat harus kami dukung,” keluhnya.

Sampai berita ini ditulis Kades belum dapat dihubungi, terkait kebenaran. (mk/Zul)

Print Friendly, PDF & Email