RDP Penyerobotan Lahan Ditunda Lagi

Suasana saat RDP terkait penyerobotan lahan di Ruang Rapat Komisi 1 DPRD Kota Batam Rabu (12/7).
Suasana saat RDP terkait penyerobotan lahan di Ruang Rapat Komisi 1 DPRD Kota Batam Rabu (12/7).

BATAM (Marwahkepri.com) – Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi I DPRD Kota Batam terkait penyerobotan lahan yang terjadi di Tanjung Piayu Laut kembali dilanjutkan di Ruang Rapat Komisi 1 DPRD Kota Batam Rabu (12/7) setelah sebelumnya belum mendapatkan titik terang.

Pimpinan rapat Budi Mardiyanto SE.MM mengatakan akan menindaklanjuti sampai kelapangan.

“Kami ingin kembali meminta masukan dari pihak – pihak terkait,”ujarnya mulai membuka forum RDP.

Sebelumnya, dalam RDP yang dilaksanakan pada 5 Mei lalu kedua belah pihak telah menyetujui agar aktivitas yang ada di lokasi lahan yang bermasalah agar dihentikan, namun Ali Wasyim sang ahli waris mengatakan 2 hari sebelum lebaran beberapa warga meneleponnya dan melaporkan adanya kegiatan yang dilakukan pihak lain dilokasi tersebut.

Neli menolak pernyataan Ali Wasyim yang menyatakan bahwa Neli membangun pariwisata sampai ke kolong-kolong rumah warga, karena menurut Neli, Ali wasyim tidak pernah meninjau langsung lahan tersebut dan hanya menyuruh orang kepercayaannya.

“Saya juga membangun pariwisata disitu karena ingin memberdayakan masyarakat disitu dan mempunyai penghasilan,”ujar Neli.

Karena belum mendapatkan titik terang, RDP kembali ditunda untuk menunggu Dinas Pertanahan untuk mendapatkan kejelasan kepemilikan tanah .

Budi Murdiyanto mengatakan kisruh kepemilikan lahan di Kampung Tua hanya Dinas Pertanahan yang bisa menyelesaikannya.

“Agenda RDP selanjutnya akan dilakukan dengan secepatnya”tutupnya. (mk/mun)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.