Peduli Satwa Langka, Polsek Daik Lepaskan Penyu Kelaut

Kapolsek Daik Lingga, Iptu Sugianto bersama Kanit Binmas Polsek Daik Lingga, Bripka Sanusi, S.sos, dan warga desa Mepar, Kecamatan Lingga melepaskan seekor penyu yang tersangkut jaring nelayan di pantai Pasir Panjang Karang Bersulam, Daik Lingga, Rabu (12/07).
Kapolsek Daik Lingga, Iptu Sugianto bersama Kanit Binmas Polsek Daik Lingga, Bripka Sanusi, S.sos, dan warga desa Mepar, Kecamatan Lingga melepaskan seekor penyu yang tersangkut jaring nelayan di pantai Pasir Panjang Karang Bersulam, Daik Lingga, Rabu (12/07).

Lingga (marwahkepri.com) – Polisi Sektor (Polsek) Daik Lingga melalui unit Binmas Polsek Daik Lingga, melaksanakan kegiatan Peduli Fauna dengan melepaskan seekor Penyu, di pantai Pasir Panjang Karang Bersulam, desa Mepar. Hal ini dilakukan sebab penyu merupakan satwa yang dilindungi negara karena keberadaannya yang hampir punah.

Proses pelepasan yang dilakukan sekira pukul 14.30 WIB dihadiri langsung Kapolsek Daik Lingga, Iptu Sugianto dan disaksikan sejumlah masyarakat nelayan desa Mepar. Kegiatan berlangsung kondusif, aman dan terkendali.

Kanit Binmas Polsek Daik Lingga, Bripka Sanusi, S.sos mengatakan penyu dengan bobot lebih kurang 60 kg tersebut diserahkan seorang nelayan setempat bernama Akai yang mendapat penyu itu tersangkut dijaring ketika melaut di Kuala Daik.

“Dari sdr. Akai, warga masyarakat Daik yang sedang menjaring di kuala Daik dan diserahke Polsek untuk dilepaskan,” kata dia ketika dikonfirmasi, Rabu (12/07).

Dia katakan alasan dilepaskan penyu tersebut dikarenakan mengingat penyu selain merupakan hewan yang dilindungi negara, juga merupakan satwa langka yang keberadaannya hampir punah. Spesies langka yang sulit untuk ditemui terutama di perairan pantai pulau Lingga.

“Melalui pendekatan kepada masyarakat, akhirnya penyu tersebut di serahkan untuk dilepas ke habitatnya,” papar dia.

Sementara ditempat yang sama Kapolsek Daik Lingga, Iptu Sugianto yang turut menyaksikan pelepasan satwa langka tersebut, mengimbau kepada masyarakat untuk saling melindungi hewan ini. Dia jelaskan dengan dasar PP Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, penyu merupakan salah satu hewan laut yang dilindungi negara, terlebih saat ini keberadaan satwa tersebut hampir sulit ditemui.

“Jadi hewan ini tidak boleh diperdagangkan secara bebas. Apalagi saat ini diketahui mamalia laut ini semakin langka,” kata Sugianto.

Tujuannya, dengan dilakukan kegiatan ini dia berharap setiap masyarakat, terkhusus diwilayah sektor Daik Lingga dapat saling menjaga kelestarian alam dan kelangsungan hidup penyu. Harapan ini tentu akan berdampak baik, untuk generasi kedepan.

“tujuannya, tumbuhnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian alam dengan melepaskan penyu kelaut untuk kembali ke habitatnya,” tutup dia. (mk/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.