Warga Benan Mengeluh, Kapan Hutang Kami Dibayar

Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

Lingga (marwahkepri.com) – Dilema yang saat ini dirasakan Sahlan, warga Benan yang saat itu bertugas selaku koordinator lapangan pada MUSDA KNPI II Lingga di desa Benan beberapa bulan lalu. Pasalnya tidak adanya kejelasan terkait hutang yang ditinggal pasca MUSDA hingga sekarang oleh sejumlah pihak yang terkait membuat dia bertanya, hutang yang ditinggalkan merupakan hutang perorangan atau hutang organisasi.

Sebelumnya menurut kabar dia katakan, Saparuddin selaku ketua terpilih pada MUSDA saat itu telah memberikan sejumlah uang untuk pembiayaan kegiatan yang dilangsungkan selama 5 hari tersebut, kepada Erwan Bachrani, ketua demisioner KNPI Lingga.

Kegiatan berjalan sebagaimana yang dikehendaki. MUSDA II boleh dibilang sukses, dengan pengangkatan ketua baru secara aklamasi. Namun akhir dari cerita sukses MUSDA II ini dia akui menyimpan sakit yang harus di tanggungi.

“Kita tak tau, dengar kabar seperti itu. Cuman yang saya nak bukan itu. Saya nak hutang yang ada diakomodir,” kata dia, Senin (10/07).

Untuk itu, harapannya dia katakan kepada pihak yang berkewajiban membayar dapat memahami. Jangan bertingkah pura-pura tidak mengetahui permasalahan yang ditinggalkan.

Selain Sahlan warga Benan lainnya, Juandi juga turut menyayangkan atas masalah yang ditinggal panitia penyelenggara MUSDA II KNPI Lingga. Dia saat ini, juga turut dalam usaha membantu Sahlan guna menyelesaikan terkait persoalan hutang yang terkesan diabaikan.

“Kita juga kasihan, lihat pak Sahlan. Sekarang dia yang jadi dibebani. Padahal penyelenggaraan MUSDA sukses untuk kebaikan bersama,” kata dia.

Sampai berita ini ditulis, pihak yang bersangkutan terkait penyelesaian  hutang belum dapat dihubungi. (mk/arp)

Print Friendly, PDF & Email