Dilema Warga Marok Kecil, Terkait DKTM Pasca Tambang Masih Tanda Tanya

Peralatan PT Sanmas Mekar Abadi pasca tambang bauksit, (Doc)
Peralatan PT Sanmas Mekar Abadi pasca tambang bauksit, (Doc)

Lingga (marwahkepri.com) – Terkait Dana Kepedulian Terhadap Masyarakat (DKTM) pasca tambang bauksit PT Sanmas Mekar Abadi yang beroperasi di desa Marok Kecil Kecamatan Singkep Selatan pada 2015 lalu, diduga belum ada kejelasan pembagian kompensasinya kepada masyarakat. Hingga saat ini sejumlah warga setempat mempertanyakan dana DKTM yang tak kunjung diterima tersebut.

Hb salah satu warga desa Marok Kecil, mengatakan pencarian DKTM desa Marok Kecil akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Namun usulan pencarian itu, bukan diatasnamakan masyarakat desa melainkan usulan atas pemerintah Kabupaten Lingga guna pembuatan tambak udang.

“Kepergian kepala desa ke Tanjungpinang untuk pencairan akhir dana DKTM yang akan di ajukan ke PT Sanmas Mekar Abadi dalam waktu dekat ini, tapi bukan atas usulan yang diajukan oleh masyarakat desa Marok Kecil, melainkan untuk pencairan DKTM ratusan juta yang diminta orang nomor satu di Kabupaten Lingga untuk pembuatan tambak udang,” jelas dia, Jum’at (07/07).

Dia tuturkan jika permintaan orang nomor satu di Kabupaten Lingga ini tidak di penuhi Kades , maka rekom untuk pencairan DKTM desa Marok Kecil kepada pihak PT Sanmas Mekar Abadi tidak ditandatangani.

Terkait DKTM ini juga padahal masyarakat telah mengajukan beberapa item sesuai kebutuhan, salah satunya pengajuan penimbunan tembok bendungan tanggul kebun kelapa disusun III Remik. Namun mirisnya jika DKTM itu hanya diprioritaskan untuk tambak, maka usulan masyarakat menjadi sia-sia.

“Kebun kelapa itu yang selama ini menjadi sumber pokok ekonomi masyarakat kami, namun pengajuan kami tidak disetujui orang nomor satu di Lingga, malah anehnya harus mengikuti kehendak beliau,” ujar dia.

Lebih lanjut dijelaskannya rekom pengajuan pencairan dana DKTM desa Marok Kecil atas PT Sanmas Mekar Abadi akan ditandatangani guna pencarian dana jika digunakan untuk pembuatan tambak udang. Dengan betuk pembagian untuk masyarakat hanya dibelikan alat berupa Kobelco (red: alat berat).

Hal ini dibenarkan Brigadir Marijo selaku Kamtibmas desa Marok Kecil. Menurutnya beberapa warga pernah mendatangi rumahnya, menceritakan dilema yang dirasakan terhadap pencarian DKTM ini.

Dia katakan sampai hari, dia dan juga masyarakat desa Marok Kecil tidak mengetahui berapa jumlah pasti DKTM pasca tambang tersebut. Terlebih pihak desa, yakni Kades tidak pernah terbuka menceritakan terkait jumlah DKTM itu.

Tidak hanya sekali, perihal kejelasan DKTM ini kerap ditanyakan terkait jumlahnya kepada pihak desa. Namun tidak ada jawaban yang jelas.

“Dua hari lalu ada warga juga datang kerumah saya, warga dusun tiga remik , persis serupa menceritakan dilema yang terjadi dengan pencairan DKTM, dan sampai dengan hari ini kita tidak tau berapa sebenarnya total sisa dana tersebut yang masih ada di pihak perusahaan,” kata dia, Minggu (09/07.(mk/zul)

Print Friendly, PDF & Email