Kecamatan Lingga Gelar Musyawarah Rencana Penetapan Tapal Batas

Acara Musyawarah Rencana Tapal Batas di aula kantor camat Lingga, Selasa (04/07)
Acara Musyawarah Rencana Tapal Batas di aula kantor camat Lingga, Selasa (04/07)

Lingga (marwahkepri.com) – Kecamatan Lingga dipimpin camat Lingga, Yulius menggelar musyawarah rencana penetapan tapal batas desa dan kelurahan wilayah kerja kecamatan Lingga di aula kantor Camat Lingga. Tapal batas yang dimaksud meliputi desa Panggak Darat, desa Panggak Laut dan Kelurahan Daik, Selasa (04/07).

Yulius ketika dikonfirmasi mengatakan musyawarah yang digelar didasari belum tersusunnya secara pasti batas-batas wilayah diantara desa dan kelurahan tersebut sejak lama, terhitung berapa kali pergantian camat. Namun hingga sekarang masalah tapal batas tersebut belum juga terselesaikan.

“Rencana penetapan tapal batas. Itu yang menetapkan nanti orang pemerintahan melalui bidang pemerintahan. Jadi kami berencana menginisiasi dan mengusulkan dengan keadaan tapal batas yang belum terselesaikan sejak lama,” ungkap dia, Kamis (06/07).

Dia katakan dalam pertemuan tersebut, akhirnya menuju kesepakatan dengan dibentuknya tim kecamatan. Tim akan segera turun ke lokasi dengan membawa sejumlah peralatan salah satu GPS sebagai penentu titik koordinat.

“Alhamdulillah menemukan sepekat. Nanti kita buat SKnya semacam tim kecamatan yang akan turun segera mengecek dengan bawa GPS untuk menentukan titik koordinatnya,” papar dia.

Untuk proses pengecekan lokasi koordinat tapal batas diantara tiga wilayah tersebut, dia sampaikan tim nantinya akan berkerja dengan target selesai pada minggu pertama Agustus mendatang. Hasilnya nanti berbetuk dukumen rencana penetapan tapal batas yang akan diajukan ke bagian pemerintahan.

“Kita buat semacam dukumen. Nantikan mengesahkannya Bupati. Kita mengusulkan,” lanjut dia.

Selain itu alasan lain diperlukan kejelasan persoalan tapal batas ini, terkait pada pembukaan lahan sawah di desa Panggak Darat.

“Jadi karena adanya pertanian nanti mereka tidak ingin wilayah sawah masuk ke desa lain atau ke kelurahan,” kata dia.

Sementara mengenai tapal batas antara kelurahan Daik dan desa Merawang yang mencakup wilayah kampung Cening, dia sampaikan akan segera diusahakan.

“Yang itu juga perlu kejelasan antara dua belah pihak. Nanti kita coba inisisikan dengan dasar nanti batas-batas kesepakatan antara 21 desa di zaman Kabupaten Kepri dulu,” tutup dia.

Hadir dalam musyawarah yakni camat Lingga selaku pimpinan, Kabid Pertanian, Kabag Tapem, Kades dan Lurah yang bersangkutan, perangkat desa dan tokoh masyarakat. (mk/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.