Terkait Kemarahannya Kepada Gubernur Kepri, Ini Ungkapan Rizal

Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net

Lingga (marwahkepri.com) – Perihal kemarahan salah satu anggota ormas Gerakan Masyarakat (Gema) Lingga, Rizal kepada gubernur Kepri saat melakukan kunjungan silaturahmi ke desa Rejai Kecamatan Senayang beberapa waktu lalu ternyata disebabkan persoalan janji politik, baik secara pribadi maupun secara bermasyarakat.

Rizal, mengakui dirinya merupakan bagian dari tim pemenangan pasangan HM Sani – Nurdin Basirun pada pilkada Kepri dulu. Selain itu dia bersama ormas Gema Lingga merupakan jembatan Nurdin bisa meraih suara di desa Rejai.

Kedatangan Nurdin pada masa kampanye dulu turut memberi janji, salah satunya pembangunan gedung kesenian di desa Rejai, dan bantuan kepada suku laut di dusun Linau Air Batu desa Tanjung Kelit. Tidak menutup kemungkinan, janji pribadi juga disampaikan Nurdin kepadanya dengan proposal bantuan pompong.

“Kita sudah jumpa empat mata. Bahkan pak Nurdin juga minta dituliskan apa-apa saja batuan itu. Kita minta proposal itu dimasukkan ke DKP provinsi. Namun beliau sendiri jawab bantuannya bersifat pribadi,” papar dia lewat sambungan seluler, Selasa (04/07).

Sejauh luapan kemarahannya kepada gubernur Kepri saat itu. Dia katakan sebelumnya dia telah mengikuti setidak prosedur dan tata tertib sebagai masyarakat dalam menemui pemimpin. Dia sudah pernah mengunjungi gubernur Kepri bahkan membicarakan perihal ini secara empat mata.

Namun sampai saat ini belum juga ditanggapi bahkan direalisasikan. Sehingga dia meluapkan kemarahannya saat kunjungan gubernur ke desa Rejai.

“Saya juga marah itu,, sudah saya pikir sebelumnya. Karena memang kiya sudah bertemu pada awal kemenangan beliau. Sampai beliau dilantik saya coba tanya bahkan lewat telpon juga ada,” ungkap dia.

Dia mengakui setidaknya apa yang disampaikannya dengan sikap emosi kepada gubernur Kepri guna direalisasikan janji yang pernah disampaikan, bukan monoton untuk pribadi tapi mencakup untuk khalayak ramai.

“Bahkan dalam tulisan kaki juga buat, Jika gedung kesian di desa Rejai tidak berdiri maka kami Gema Lingga akan membawa beberapa tokoh masyarakat Rejai guna menggiring masalah ini,” lanjut dia.

Untuk dia berharap, dengan kejadian yang dilakukannya kepada gubernur Kepri tersebut. Pihak provinsi dalam hal ini gubernur Kepri, Nurdin Basirun dapat segera menanggapi dan mampu merealisasikan. Sehingga dalam bermasyarakat tidak hilang kepercayaan kepada pemimpin.

“Kita bukan minta itu terlalu cepat
Kalau mampu kata mampu kalau tidak bisa sampaikan tidak bisa. Jangan kita berharap namun tidak pasti,” kata dia. (mk/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.