Nelayan Kepiting Keluhkan Harga Jual Oleh Penampung Lebih Tinggi Dari Harga Beli

Selamat, saat menunjukkan tangkapannya (Doc)

Lingga (marwahkepri.com) – Tingginya harga jual kepiting bakau oleh penampung di desa Sungai Pinang kesejumlah orang yang memerlukan, menjadi pertanyaan sejumlah nelayan kepiting bakau. Hal ini disebabkan harga jual berbanding signifikan dari harga beli kepiting bakau dimana penampung bisa menjual dengan meraih keuntungan 100 persen dari harga beli, Selasa (04/07).

Pekerjaan mencari kepiting bakau sudah menjadi kebiasaan yang sulit untuk ditinggalkan. Luasnya sungai yang meliputi desa di kecamatan Lingga Timur tersebut menjadikan spesies kepiting bakau mudah didapat.

Sebagian orang menjadikan pekerjaan ini sebagai pekerjaan musiman yang mengahasilkan sebab harga jual kepada penampung yang lumayan. Tetapi ada juga yang menjadi ini sebuah hobi yang mengasikkan.

Namun pada sebagian yang menetapkan pekerjaan ini sebagai profesi dalam kelangsungan hidup kerap mempertanyakan harga jual yang dilakukan oleh penampung cukup tinggi dibandingkan harga beli kepada nelayan.

Oji, salah satu yang menekuni pekerjaan ini sebagai rutinitas hari libur kantor, mengatakan perbedaan yang signifikan dapat dilihat dari kepiting ukuran D, atau ukuran paling kecil. Dia katakan penampung untuk membeli kepiting ukuran tersebut kepada nelayan mampu menghargai sekitar Rp 10.000 perkilo. Sedang saat menjual kepada orang yang ingin mengkonsumsi kepiting, kepiting ukuran mini tersebut dijual pula dengan harga Rp 25.000 perkilo.

“100 persen dia orang ambil untung. Lah melebihi hukum jual beli pula,” papar dia.

Harga jual yang tinggi kerap menimbulkan tanya bagaimana bisa dilakukan sedang harga beli penampung hanya dihargai Rp 10.000 saja perkilonya.

“Disini kami hanya mempertanyakan. Apa kata dia orang itu dari kementerian, ntah betol atau tidak,” lanjut dia.

Selain itu, dia sampaikan untuk pekerjaan ini jarang sekali ada nelayan kepiting yang berhutang kepada penampung untuk memulai usaha. Semua keperluan yang dibutuhkan untuk turun ke sungai mencari kepiting seperti sampan, bubu dan umpan dibuat dengan secara pribadi.

“Kami sebenarnya dapat memilih dimana penampung yang mahal membelinya. Karena ada beberapa penampung disini. Tapi kami juga kasihan pembeli yang membeli kepiting kepada penampung dengan harga mahal itu,” ujar dia.

Untuk itu dia berharap hal ini dapat dikondisikan sebagaimana baiknya. Dari instansi terendah seperti pihak desa dapat mempertanyakan hal ini, supaya tidak ada pihak yang merasa kecewa.

“Kita berharap jelas. Semua jelas aga tidak ada yang tanya sini tanya situ,” tutup dia. (mk/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.