Sebanyak 35 Unit Alat Berat Dibakar Massa, Ini Kronologis sebelum Pembakaran

kjj

PT KJJ Batam (Marwahkepri.com) – Abdul Rahman Manager Legal PT Kartika Jemaja Jaya (KJJ) mengadakan konfrensi pers di Swiss-Bell Inn Hotel Jumat (30/6/2017) terkait pembakaran sejumlah alat berat milik PT KJJ yang dilakukan oleh massa (29/6) kemarin.

Pembakaran alat berat PT KJJ yang terjadi pada tanggal 29 Juni 2017 merupakan salah satu penanaman modal asing yang berinvestasi dalam bidang kebun karet di Kepulauan Anambas.i. Dalam keterangan pers nya, Abdul Rahman menyebutkan satu per satu kronologis mulai awal didatangkannya alat – alat berat PT KJJ tersebut ke Pulau Jemaja.

Berikut kronologis pembakaran alat berat PT KJJ tersebut.

1. Pada tanggal 16 Juni 2017, PT KJJ mengirimkan alat berat ke Pulau Jemaja, pada hari yang sama salah satu staf PT KJJ telah mengirimkan surat pemberitahuan dimulainya kegiatan operasional investasi PT KJJ kepada Bupati Anambas, Kapolres Kepulauan Anambas, Kapolsek  Letung

. 2. Pada tanggal 17 Juni 2017, staf PT KJJ berkoordinasi langsung dengan Kantor Sei Pandan di Letung untuk mempersiapkan tongkang yang memuat alat – alat berat tersebut

3. Pada tanggal 18 Juni 2017, kapal tongkang yang memuat alat – alat berat PT KJJ sampai ke Pantai Delapan Desa Kuala Maras Kecamatan Jemaja Timur. Status pantai itu adalah tanah yang sudah dimiliki oleh PT KJJ.

4. Pada tanggal 19 Juni 2017, alat – alat berat sudah diturunkan kepada kami dan melakukan pelaporan kepada Syahbandar.

5. Pada tanggal 20 Juni 2017, sebagian masyarakat Letung yang sudah mengetahui kedatangan alat – alat berat PT KJJ yang selama ini sedikit kontras menolak PT KJJ melakukan pertemuan bersama tokoh masyarakat yang bernama Samsul Bahri ( seorang tokoh masyarkat letung). Dalam pertemuan itu hadir juga anggota Koramil Letung.

6. Pada tanggal 21 Juni 2017, sekelompok massa tanpa surat pemberitahuan melakukan aksi ke Polsek Letung untuk melakukan penolakan terhadap PT KJJ dan ancaman melakukan pembakaran terhadap alat berat PT KJJ yang sudah di turunkan tersebut. Pada kedatangan massa, PT KJJ mencoba menjelaskan lagalitas yang sudah dimiliki kepada massa tetapi massa tidak peduli dan prinsipnya massa meminta agar alat berat itu dikeluarkan dan kalu tidak diindahkan, maka mereka akan membakar alat berat tersebut.

7. Pada tanggal 22 Juni 2017, PT KJJ di undang untuk melakukan pertemuan media mediasi dengan unsur pimpinan Kecamatan Jemaja dan juga perwakilan masyarakat yang menolak, tetapi karena pertemuan tersebut dilakukan setelah habis sholat tarweh (22:30 WIB), maka untuk jaminan keselamatan pihak PT KJJ tidak hadir. Dikarenakan pada saat itu massa yang hadir cukup banyak sehingga untuk menjamin keselamatan pihak PT KJJ, mereka melaporkannya ke pihak Kapolsek bahwa mereka tidak bisa datang.

8. Pada tanggal 23 Juni 2017, unsur pimpinan Kecamatan Jemaja bersama sekelompok massa datang kembali ke kantor PT KJJ yang berada di Desa Bukit Padi Kecamatan Jemaja Timur dengan membawa berita acara rapat semalam, dalam surat tersebut mereka memberikan waktu selama 6 hari kepada PT KJJ untuk mengeluarkan alat – alat berat yang ada di Pulau Jemaja yang baru didatangkan. Menyikapi permintaan dari massa tersebut, pihak PT KJJ sudah menjelaskan bahwa hasil rapat itu akan disampaikan kepada pimpinan di Tanjung Pinang, tetapi massa tidak mau tahu massa tetap mengancam 6 hari. “Tepatnya pada tanggal 19 sampai dengan 29 kemarin, apabila alat berat tidak dipindahkan, maka massa mengancam akan membakarnya,” ujar Rahman.

9. Pada tanggal 29 Juni 2017, massa membakar 35 unit alat berat, yang diduga massa diprovokasi oleh tokoh masyarakat yang bernama Samsul Bahri.

Menurutnya, massa tersebut berasal dari beberapa desa disekitar Pulau Jemaja, kemudian massa sebahagian besar merupakan pekerja penebangan kayu ilegal yang berasal dari Desa Atap.

Selain itu, dia juga berpendapat bahwa banyak sekali honorer pemerintah Kabupaten Anambas yang sengaja di mobilisasikan untuk mengikuti aksi massa tersebut. “Dalam pengamatan kami, massa yang benar – benar menolak PT KJJ tidak lebih dari 30% sebagian besar massa berasal dari luar, massa yang tidak berdampak pada investasi PT KJJ, karena selama ini sosialisasi Amdal PT KJJ selalu mendengar pendapat massa yang berdampak langsung,”tambahnya.

Dengan tegas dia mengatakan bahwa aksi ini merupakan suatu kejahatan serius, terorganisir, masif, disusun secara propesional dan di tunggangi oleh oknum TNI AD. “Kenapa kami bilang demikian karena kami mempunyai jadwal dan bukti dan pada saatnya akan kami buktikan,” ungkap rahman.

Dikatakan Rahman, dihari kejadian selain membakar alat – alat berat, massa juga merusak kantor PT KJJ dan memukul karyawannya, dan rekan wartawan kameranya juga dicopot. “Ini merupakan kejahatan luar biasa, bukan itu saja, mobil operasional dan motor yan disimpan di rumah warga juga dibakar, mobil karyawan yang diparkir dibakar, handphon istri karyawan dibanting dan dipecahkan,”terangnya.

Rahman mengatakan kalau PT KJJ sudah memiliki 23 dasar izin PT KJJ untuk bisa beroperasi.

“Didalam izin IPK, apabila PT KJJ dalam 6 bulan tidak bekerja, maka izin mereka akan dicabut, hal itulah yang membuat mereka memasukkan alat berat,”pungkasnya.

Sampai sekarang, Rahman tidak mengetahui apa alasan warga menolak adanya PT KJJ. Dia juga mengatakan Bupati Anambas tidak menghargai Menteri dan Bupati sebelumnya yang telah memberikan izin untuk PT KJJ. “Kami dari pihak KJJ sangat menyayangkan aksi masyarakat yang dinilai sangat brutal, padahal pada hari itu Wakil Bupati dan Aparat Keamanan ada ditempat,”tutupnya.(mk/mun/rah).

Print Friendly, PDF & Email