Mencari Kepiting Bakau, Pekerjaan Mengasikkan

Selamat, saat menunjukkan tangkapannya (Doc)
Selamat, saat menunjukkan tangkapannya (Doc)

Lingga (marwahkepri.com) – Pekerjaan menangkap kepiting bakau sudah menjadi kebiasaan turun temurun dilakukan sebagian masyarakat di desa Sungai Pinang, kacamatan Lingga Timur. Sebagian orang menjadikan ini sebagai profesi musiman dalam mencari nafkah hidup, sementara sebagian lagi menekuni kegiatan ini hanya sebuah hobi yang mengasikkan dikarenakan menghasilkan rupiah, Minggu (02/07).

Sungai sudah menjadi tempat berkembang biaknya spesies kepiting bakau. Di desa Sungai Pinang yang sebagian besar mencakup sungai-sungai besar, menjadikan pekerjaan menangkap kepiting tidak pernah putus. Mereka para pekerja yang akrab disapa peminto ketam, setiap hari menyusuri sejumlah sungai hingga ke muara sungai di laut Sungai Pinang.

Sungai tersebut terkadang pada waktu tertentu pasang dan membawa air laut yang naik ke daratan. Kondisi itu menjadi kesempatan peminto untuk mencari kepiting bakau yang mulai bergerak mencari makan. Dengan bubu yang diberikan umpan berupa daging ikan, mereka letakkan ditempat yang dianggap sebagai jalannya kepiting mengikuti arus pasang.

Selamat, salah satu tenaga honorer dilingkup kecamatan Lingga Timur mengaku hobi dalam mencari kepiting bakau. Bukan soal profesi, dia memilih hari libur kantor untuk sekedar turun ke sungai menangkap kepiting. Beragam jenis kepiting kadang didapatkan. Tak jarang, kepiting dengan ukuran jumbo berhasil ditangkap.

Bermodalkan alat seadanya berupa bubu yang diberi umpan, kemudian ditegangkan menggunakan kayu kecil sepanjang lebih kurang satu meter untuk ditancapkan kedalam lumpur tepat pada jalannya kepiting dialiran sungai.

“Asik. Kalau dapat yang besar. Kadang bisa sampai 1 Kg beratnya. Kalau yang kecil itu lumayan banyak. Hasil kami jual ke toke yang membeli karena macam kami tidak tersangkut hutang piutang. Jadi boleh milih kemana saja,” ungkap dia beberapa waktu lalu.

Lain lagi Randis, PNS yang berprofesi seorang guru memilih hari libur untuk turun ke sungai mencari kepiting dikarena pendapatannya yang lumayan untuk melepaskan keperluan-keperluan kecil seperti rokok. Dia katakan dari pada mengisi hari kosong dengan percuma, dengan kondisi air laut yang pas untuk turun kesungai dia lebih memilih ke sungai.

“Daripada tak dapat duit. Kalau ada waktu mencari kepiting di sungai hasilnya lumayan lepaslah untuk sekedar rokok dan lainnya,” ungkap dia.

Kepiting bakau dengan beragam spesies dijual kepada penampung. Hasil yang didapatkan cukup lumayan. Kadang mereka bisa mengumpulkan nilai jual kepiting ratusan ribu dalam satu kali turun ke sungai.

Selain itu dia sampaikan ada beberapa kendala yang dihadapi jika berprofesi tetap seperti ini. Salah satunya rusaknya hutan bakau oleh penebang bakau yang tidak bertanggung jawab. Aliran sungai menjadi tempat tumpuan ujung-ujung kayu bakau yang ditebang. Hal ini justru merusak habitat kepiting. (mk/arp)

Print Friendly, PDF & Email

17 thoughts on “Mencari Kepiting Bakau, Pekerjaan Mengasikkan

Leave a Reply

Your email address will not be published.