Wah ! Disebabkan Janji Politik, Warga Marahkan Gubernur

Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

Lingga (marwahkepri.com) – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mendapat kemarahan salah satu warga, saat kunjungan silaturahmi ke desa Rejai, kecamatan Senayang. Diduga hal tersebut dipicu dari janji politik yang tidak kurun direalisasikan, Jum’at (30/06).

Berdasarkan informasi yang didapatkan, Nurdin melakukan kunjungan silaturahmi dalam rangka mempererat hubungan kepada masyarakat, terlebih dalam suasana hari raya idul fitri 1438 H.

Dalam kunjungan tersebut, salah satu warga yang diketahui bernama Rizal merupakan anggota dari Gerakan Masyarakat (Gema) Lingga sempat mengeluarkan kemarahannya, hingga menunjuk jari telunjuknya dihadapan Nurdin Basirun.

Diduga penyebab kemarahan didasari janji-janji politik yang belum direalisasikan Nurdin. Aksi tersebut, sontak menimbulkan kericuhan dalam proses kunjungan, namun akhirnya dapat direlaikan.

Albar, Kasi Pemerintahan desa Rejai melalui sambungan seluler mengatakan prihal kejadian dia tidak mengetahui jelas. Karena saat kondisi kerumunan, dia berada di belakang rombongan mengiri kunjungan. Namun setelah mengetahui perlakuan salah satu warga tersebut terhadap Gubernur Kepri yang tidak tepat pada tempatnya, dia segera meleraikan.

“Saya waktu itu berada dibelakang. Setelah tengok orang-orang berkerumun saya langsung kesana dan meleraikan,” papar dia, Jum’at (30/06) malam.

Peristiwa tersebut dia sampaikan terjadi sekira pukul 20.00 WIB. Setelah ditelusuri kata dia, penyebab marahnya warga kepada Nurdin dipicu janji politik yang belum direalisasikan. Seperti apa persisnya janji politik itu, dia tidak mengetahui pasti.

“Dia itu katanya salah satu timses pak Nurdin dulu. Cuma saya kurang tau janji politiknya apa,” ujar dia.

Perlakuan itu sangat disayangkan, sebab diluar etika. Perihal yang disampaikan dengan nada emosi oleh Rizal kepada orang nomor satu di Kepri dinilai keluar dari jalur dan melanggar sopan santun.

“Kalau disampaikan menunjuk muka pak Nurdin itu memang betol, tapi yang lain yang lebih-lebih tidak ada. Jaraknya juga sekitaran 1 meterlah antara pak Gubernur dengan warga itu,” lanjut dia.

Sementara Ketua Gema Lingga, Zuhardi menanggapi hal itu juga turut menyayangkan perlakuan anggotanya. Rizal yang merupakan koordinator lapangan Gema Lingga wilayah Senayang, merupakan warga dusun Sasah, desa Sekanah kecamatan Lingga Utara. Sedang diketahui keberadaannya di desa Rejai hanya berdomisili sementara.

“Kita sangat menyayangkan apa yang dilakukan anggota ini. Namun disisi lain ada benar meski perlakuan yang disampaikan itu salah. Sebagai janji politik tentu juga harus direalisasikan,” ungkap dia via handphone, Jum’at (30/06) malam.

Untuk itu, apa yang telah terjadi selaku ketua umum Gema Lingga dia sampaikan permohonan maaf kepada Nurdin Basirun. Tidak menutup kemungkinan juga apa yang dijanjikan Nurdin setidaknya dapat diwujudkan secara nyata.

“Kita juga minta. Perihal kemarahannya juga berawal dari janji-janji yang disampaikan,” kata dia.

Informasi yang didapatkan, setelah melakukan kunjungan ke desa Rejai. Rombongan Gubernur bertolak ke Tanjungpinang, melakukan kunjungan ketempat lain. (mk/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.