Ternyata Dikarena Hutang Rp 750 Ribu, Aksi Bacok Dilakukan

Korban saat ditangani oleh pihak RSUD Encik Maryam, Daik Lingga, (23/06).
Korban saat ditangani oleh pihak RSUD Encik Maryam, Daik Lingga, (23/06).

Lingga (marwahkepri.com) –Kepolisian Sektor Daik Lingga, saat ini masih melakukan pengembangan terkait kasus pembacokan tadi malam, Jum’at (23/06). Sebanyak lima orang saksi sedang dimintai keterangan kelanjutan proses hukum.

Kapolsek Daik Lingga, Iptu Sugianto mengatakan pihaknya belum dapat memberikan keterangan pasti sebab kasus masih didalami.

“Belum selesai semua. Kita masih menunggu keterangan satu-satu dari lima saksi yang kita panggil. Jadi belum dapat kita beri keterangan,” ungkap dia ketika ditemui di Mapolsek Daik Lingga, Sabtu (24/06).

Mengenai penyebab konflik antar dua pedangan tersebut, dia membenarkan disebabkan oleh persoalan hutang piutang.

“Itu penyebabnya masalah hutang Rp 750 ribu. Hutangnya sudah lama tapi belum dibayar,” jelas dia.

Sementara mengenai kelanjutan hukum dia juga belum dapat memberikan kepastian. Yang jelas aksi pelaku sudah tindakan merugikan orang lain.

“Belum tau nanti pasal berapa, kenanya dimana. Tapi tetap ada sanksi,” ujar dia.

Kronologis insiden tersebut si pelaku mendatangani korban dengan maksud menagih hutang sekitar jam 22.00 WIB, namun korban belum bisa membayar. Sempat terjadi adu mulut, hingga timbul maksud buruk dari pelaku. Korban dengan nada keras juga menantang. Akhirnya pelaku mengambil parang panjang dan langsung menebas korban tepat mengena bagian sisi kiri kepala korban.

Kejar mengejar terjadi namun dapat direlaikan salah satu anggota Koramil/05 Daik Lingga, Nurajan. Korban dilarikan ke RSUD Encik Maryam untuk penanganan lebih lanjut, sementara barang bukti berupa parang panjang lebih kurang setengah meter dan pelaku diamankan ke Mapolsek Daik Lingga.

“Untuk hasil visum terhadap luka korban juga kita belum dapat. Jadi itulah info sementara,” tutur dia. (mk/arp)

Print Friendly, PDF & Email