Terkait Kriminal Pembacokan, Ini Himbauan Camat

Camat Lingga, Yulius (Doc).
Camat Lingga, Yulius (Doc).

Lingga (marwahkepri.com) – Camat Lingga, Yulius mengimbau setiap masyarakat terkhusus yang berada di wilayah kerjanya, untuk lebih maningkatkan kewaspadaan dini. Hal ini dikarenakan banyak hal-hal atau kejadian yang diluar dugaan bisa saja spontan terjadi bahkan bisa berdampak fatal.

Terlebihkan menanggapi kasus krimal yang dilakukan FR, pedagang pakaian di bundaran kantor Bupati Lama, Daik Lingga, Jum’at (23/06) tadi malam. Insiden ini sempat membuat kaget sejumlah pihak dikarena suatu hal yang tidak pernah terjadi di Daik Lingga, ibukota Kabupaten Lingga meski sudah beranjak diusia 13 tahun.

“Inikan kejadian dia (pendatang) dengan dia. Jadi kita jangan sampai terikut-ikut pula. Walau mereka orang luar, meski kasus yang ditenggarai kasus lama. Ya kita harus bisa mempertahankan budaya kita, budaya menghormati, menghargai bahkan memaklumi dengan tidak terpancing emosi,” ungkap dia ketika ditemui sedang menjenguk korban pembacokan di RSUD Encik Maryam, Daik Lingga, Jum’at (23/06).

Untuk itu dia menghimbau setiap masyarakat mampu mempertahankan budaya musyawarah, tidak main hakim sendiri apalagi melanggar hukum. Begitu masyarakat pendatang yang mencoba beradu nasib di Daik Lingga dapat menjaga keharmonisan berkerja, saling menghormati adat istiadat serta mentaati peraturan-peraturan daerah sehingga kondisi lingkungan tetap berjalan kondusif.

Setiap masyarakat juga diharapkan lebih meningkatkan kewaspadaan dini. Bukan hanya soal kriminal, namun maraknya aliran-aliran baru dapat diantisipasi bersama.

“Kepada kelompok-kelompok pemuda, masyarakat dapat turut serta mengantisipasi berbagai masalah. Dapat mengayomi pihak-pihak luar, menjadikan contoh kepada mereka. Jangan pula kita yang ikut-ikut. Karena hal-hal seperti ini memang diluar dugaan. Jadi diluar prediksi,” lanjut dia.

Sementara mengenai penertiban lapak-lapak di bundaran kantor Bupati Lama, dia sampaikan menjelang lebaran 1438 H ini tidak ditutup. Mengingat akhir jual beli perlengkapan lebaran pada malam nanti.

“Jadi yang tutup itu khusus untuk yang bertikai saja. Karena kalau kita nak terlalu tertib susah pula. Sebab orang juga butuh. Tapi selepas ini kita akan cek balik. Kita akan data. Karena setiap pendatang itu wajib lapor dan mentaati peraturan daerah kita,” tutup dia. (mk/arp)