Kekerasan Terhadap Pengemudi Taxi Online Semakin Membahayakan

BATAM (Marwahkepri.com) – Belasan pengemudi taxi online mendatangi Polresta Barelang untuk melakukan pelaporan terkait pemukulan dan pengrusakan mobil oleh supir taxi konvensional di Mega Mall, Kamis (22/6).

Muhammad Iqbal (23) salah satu pengemudi taxi online Uber mengaku mengalami kekerasan dari pengemudi taxi yang diduga mangkal di Pelabuhan Internasional Batam, Batam Centre.

Menurut penjelasan Iqbal, saat itu ia berada di Botania dan di hubungi oleh salah satu pengorder jasa angkutan online dari Mega Mall.

Pengorder itu mengatakan sedang berada di Mega Mall dan membawa seorang anak kecil, pengorder itu meminta agar Iqbal menjemput mereka langsung di Mega Mall saja, namun karena merasa tidak enak dengan taxi pangkalan, Iqbal mengajak pengorder agar berjumpa di tempat parkir atas.

Sesampai di tempat parkiran, Iqbal merasa di mata – matai oleh pengemudi taxi, anehnya saat dia mau menghubungi pelanggannya, pengorder tersebut mengatakan mengcancel orderannya dan telah memesan taxi biasa, Iqbal pun makin curiga dengan pengorder dan pengemudi taxi yang memata – matainya tersebut.

Kemudian, ketika Iqbal hendak keluar melalui pintu utara II, ia dihadang oleh beberapa orang dan kemudia salah seorang diantaranya langsung menarik baju dan memukul wajah Iqbal.

Akibat kejadian itu, kaca mobil Iqbal pecah dipukul dengan batu dan terdapat beberapa goresan di mobilnya, selain itu satu pukulan juga melayang dibagian wajahnya.

Azwir Manager Uber cabang Batam pun angkat bicara terkait pemukulan dan perusakan mobil tersebut, dia berpendapat pemukulan itu tidak wajar dilakukan karena Polresta Barelang sudah membuat surat edaran yang salah satu isinya “Penyelenggara angkutan orang tidak dalam trayek di Kota Batam agar dapat menahan diri untuk tidak melakukan perbuatan melanggar hukum seperti aksi sweeping atau razia, provokasi dan intimidasi atau menghentikan secara paksa, penyanderaan, penahanan terhadap kendaraan serta bentuk persekusi”.

“Ini kan sudah keterlaluan, sudah ada pemukulan dan pengrusakan mobil, sementara Polresta Barelang sudah melayangkan surat edaran akan menindaklanjuti pihak yang melanggar hukum tersebut,” ungkapnya.

Selaku aparat penegak hukum, Polresta Barelang harus mengambil tindakan tegas sesuai peraturan perundang – undangan yang berlaku bagi setiap pihak yang melanggar hukum.

Azwir juga mengatakan akan melanjutkan kasus ini ke pihak hukum agar para pengemudi taxi online tidak terus di intimidasi bahkan dikeroyok oleh pihak – pihak yang kurang menyukai taxi online itu.

Felix salah satu pengemudi taxi online juga mengatakan baru saja di bentak – bentak oleh beberapa orang setelah dia membawa salah satu tamu dari BCS Mall. Dia mengaku trauma setelah kejadian itu dan takut untuk mengemudi lagi.

Dengan begitu banyaknya kasus yang tidak menyenangkan yang dilakukan oleh pihak – pihak tertentu terhadap pengemudi taxi online, Iqbal pun melaporkan kejadian itu ke Polresta Barelang dengan dugaaan tindak pidana penganiayaan.

Penyidik Polresta Barelang membenarkan laporan tersebut dan akan menindaklanjuti kasus tersebut. (Mk/Mun)

Print Friendly, PDF & Email