Gara-gara Hutang, Seorang Pedagang Petasan Dibacok di Kepala

Korban saat ditangani oleh pihak RSUD Encik Maryam, Daik Lingga, (23/06).
Korban saat ditangani oleh pihak RSUD Encik Maryam, Daik Lingga, (23/06).

Lingga (marwahkepri.com) – Seorang pedagang petasan yang berjualan di bundaran kantor Bupati Lama, Daik Lingga bernama Dodi alias Gondrong pada Jumat (23/06) malam sekitar pukul 22.00 WIB dibacok dibagian kepala oleh seorang pria dengan inisial FR, rekan kerjanya. Akibat luka bacok tersebut, korban harus dimasukkan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Encik Maryam, Daik Lingga.

Menurut informasi beberapa sumber, korban dibacok disebabkan oleh persoalan hutang yang belum dilunasi Dodi kepada FR. Berawal dari adu mulut, namun berakhir dengan tebasan parang panjang dibagian kepala korban.

Semula aktifitas jual beli di bundaran aman tanpa kericuhan. Menjelang lebaran Idul Fitri 1438 H ini sejumlah warga sekitar berbondong-bondong berbelanja pakaian dan perlengkapan lebaran, tidak terkecuali petasan.

FR diketahui sudah sejak lama berjualan pakaian diwilayah tersebut. Bahkan usaha kedai pakaiannya sudah familiar disekitaran masyarakat Daik. Sedang korban merupakan pendatang baru yang mencoba keberuntungan nasib berjualan dagangan musiman dengan menumpang lapak disamping usaha milik milik FR. Atas insiden ini aktifitas jual beli terhenti.

Seorang anggota TNI AD Koramil 05 Daik Lingga, Nurajan yang sempat meleraikan pertikaian tersebut ketika dimintai keterangan mengatakan dia saat itu sedang berada disekitar TKP. Semula dia tidak mengetahui soal pertengkaran, namun setelah korban ditebas menggunakan parang panjang oleh pelaku, dengan sigap dia berlari meleraikan.

“Saya kebetulan habis bayar zakat, singgah disitu. Kemudian ada kejadian spontan juga saya coba meleraikan,” ungkap dia ketika ditemui di RUSD Encik Maryam, Daik Lingga, Jum’at (23/06).

Dia katakan, pelaku sempat melakukan tindakan tidak terima saat dia mencoba meleraikan, dengan mengamankan barang bukti berupa parang panjang lebih kurang setengah meter. Setelah semua kondusif, dia melaporkan kejadian ini Danramil Daik Lingga dan menyerahkan barang bukti langsung kepihak Polsek Daik Lingga.

“Sayapun tidak mengetahui apa penyebabnya, namun setelah saya kutip informasinya itu tadi masalah pribadi,” lanjut dia.

Dengan insiden ini sebagai pihak keamanan negara, dia berharap setiap masyarakat lebih waspada, saling menjaga dan membina hubungan silaturahmi yang baik. Hendaknya setiap permasalahan diselesaikan secara musyawarah. Tidak mengambil tindakan main hakim sendiri, apalagi bertentangan dengan hukum.

“Tentu kita juga berharap, bukan hanya kita sebagai pihak keamanan. Tapi setiap masyarakat baik pendatang maupun masyarakat Daik Lingga sendiri dapat saling menjaga hubungan. Dengan ini pihak kita juga akan melakukan pengawasan yang lebih insentif untuk kenyamanan bersama,” papar dia.

Saat ini, kasus ini sudah ditangani Polsek Daik Lingga dan pelaku sudah diamankan ke Mapolsek untuk dimintai keterangan. Namun untuk lebih lanjutnya pihak Polsek belum dapat memberikan penjelasan sebab masih pendalaman kasus. (mk/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.