Operasi Ramadhaniah, Polsek Daik Lingga Turunkan 20 Anggota di Tiga Posko

Kapolsek Daik Lingga, Iptu Sugianto (Doc).
Kapolsek Daik Lingga, Iptu Sugianto (Doc).

Lingga (marwahkepri.com) – Guna pengamanan arus mudik lebaran Idul Fitri 1438 H tahun 2017, Polsek Daik Lingga mengerahkan lebih kurang 20 peronil di tiga titik posko mudik wilayah kerja sektor Daik Lingga. Hal ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kelancaran arus mudik dan kenyamanan pemudik tahun ini.

Kapolsek Daik Lingga, Iptu Sugianto mengatakan melalui sprin Polres Lingga, lebih kurang 20 personil kepolisian sektor Daik siap bertugas pada tiga posko yang disiapkan yakni pelabuhan domestik Tanjung Buton, Sungai Tenam dan kelurahan pancur.

“Ada tiga posko yang menjadi tugas kita, Tanjung Buton, Sungai Tenam dan Pancur,” kata dia ketika ditemui di Mapolsek Daik Lingga, Rabu (21/06).

Mengenai kesiapan dan kondisi anggota dalam menjalankan operasi ramadhan kali ini, dia katakan siap fisik maupun mental.

“Operasi ramadhaniah sudah berlangsung sejak H-7 sampai dengan H+ 7 lebaran,” lanjut dia.

Sementara, sebagaimana dalam arus mudik peluang masuknya barang berupa narkoba bisa saja terjadi mengingat Kabupaten Lingga khusus Daik Lingga pernah dua kali oknum THL Lingga yang kedapatan mengedarkan barang tersebut. Dia menanggapi akan dilakukan pengawasan semaksimal mungkin dalam upaya pencegahan.

“Kita berharap mudah-mudahan tidak ada. Namun kita akan upaya apalagi tidak mungkin kita cek satu persatu barang pemudik, itu memakan waktu. Tapi biasanya yang kalau ada pasti mencurigakan, pasti taulah,” ungkap dia.

Sejauh berlangsungnya operasi ramadhan yakni dari H-7 lebaran. Dia sampaikan belum menemui kendala dan masalah yang berarti. Namun pengawasan akan terus ditingkatkan dikarenakan arus mudik yang semakin meningkat.

“Sejauh ini belum ada masalah yang ditemui,” papar dia.

Untuk itu demi kenyamanan bersama dalam menjauhkan hal-hal atau kejadian yang merugikan, dia menghimbau kepada masyarakat dibawah pengawasan hukum sektor Daik Lingga, dapat memperhatikan sagala tingkah laku dan kebiasaan. Hendaknya tiap masyarakat dapat menjadi polisi untuk dirinya sendiri.

Adapun himbauan yang tertulis yakni memeriksa rumah yang akan ditinggalkan dalam keadaan kosong, seperti pintu dan jendela yang belum dikunci, listrik maupun kompor. Hendaknya rumah dititipkan kepada petugas keamananan, maupun tetangga bila ditinggalkan dalam keadaan kosong pada waktu tertentu. Jangan lupa lampu nyalakan lampu penerangan diluar rumah.

Simpan barang-barang berharga atau dokumen penting ketempat aman atau titipkan ke kantor polisi terdekat. Memeriksa kondisi kendaraan sebelum berpergian jauh, begitu juga barang bawaan yang tidak melebihi kapasitas kendaraan. Menjadikan pos polisi sebagi tempat istirahat bila bermudik, serta dapat selalu memperhatikan berita dan informasi tentang jalur mudik dari berbagai media. (mk/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.