CV Pribumi Jaya Mandiri Belum Bisa Rampungkan IPAL Miliyaran Rupiah TA 2016

Sejumlah pekerja yang sedang memperbaiki tangki IPAL Kriminal di kelurahan Dabo Lama, (Doc).
Sejumlah pekerja yang sedang memperbaiki tangki IPAL Kriminal di kelurahan Dabo Lama, (Doc).

Lingga (marwahkepri.com) – Meski pengerjaan sudah rampung diakhir 2016 lalu, proyek pembangunan sanitasi IPAL di kelurahan Dabo Lama Kecamatan Singkep Kabupaten Lingga masih menimbulkan masalah. Sisa-sisa waktu pemeliharaan tidak mampu dimanfaatkan secara maksimal oleh sejumlah pihak pemenang tender.

Sampai saat ini, sudah berkali kali tangki penampungan tinja hanyut dan roboh dihantam arus air laut pasang dan surut. Hal ini di karenakan tangki yang ringan, tidak dipasangkan dengan pondasi yang kuat. Sehingga dalam menahan derasnya arus air beberapa tangki yang dipasangkan mudah roboh dan hanyut.

Pantauan lapangan, beberapa tangki yang terpasang kerap dilakukan perbaikan penyangga. Sebagai pemberat beberapa pekerja berinisiatif mengisi pasir kedalam tangki supaya tidak terbawa arus air pasang maupun surut.

“Kami isi dengan pasir untuk jadi pemberat supaya jangan terapung , mereng dan tidak lagi hanyut,” papar salah satu pekerja, Selasa (20/06).

Selain itu mengenai sambungan pipa yang pernah dipotong oleh warga setempat, akibat bau busuk tinja didalam tangki yang menyengat ke udara. Pekerja tersebut mengatakan baru mendapat instruksi dari pihak kontraktor untuk penyambungan kembali.

“Baru dua tiga hari ini pihak kontraktor menyuruh kami melakukan penyambungan pipa kembali yang pernah di lepas warga, namun warga menolak pemasangan kembali dengan alasan menyebabkan bau busuk,” lanjut dia.

Sementara dia sampaikan pipa yang pernah dilepaskan warga dan tidak di pasang kembali lebih kurang sebanyak 60%.

Ditempat yang sama salah satu warga mengatakan, dalam hal ini masyarakat berharap pekerjaan ini benar-benar maksimal. Masyarakat penerima bantuan ini, protes meminta sejumlah tangki tersebut dipindahkan.

“Masalah tiang yang menopang pipa komunal. Jangan pakai cor tapaknya saja yang hanya menempel di atas permukaan tahan didasar air. Tetapi diminta corannya sampai tiang pipa ditancapkan ke dalam tanah supaya bisa kokoh dan kuat tanpa di bantu lagi skor kayu yang menopang coran tersebut yang asal asalan,” ungkap warga yang tidak mau disebutkan.

Tidak hanya warga, ketua RT setempat, Wati juga meminta kepada pihak kontraktor dapat segera mencari solusinya. Dia sampaikan selama ini pihak kontraktor hanya memberikan pesan saja, ketika ada yang rusak cepat dilaporkan. Namun berdasarkan kejadian beberapa waktu lalu, beberapa warga yang mencopot pipa sampai saat ini tidak dibetulkan.

“Itu alasan warga. Karena menimbulkan bau yang membuat kita tidak nyaman. Menurut warga lebih baik tidak usah di pasang ketimbang menghirup udara busuk,” kata dia.

Dikatakan beberapa waktu lalu pihak kejaksaan dan anggota DPRD Lingga juga pernah meninjau proyek gagal ini. Tetapi sampai saat ini belum ada kabar solusinya dan tindak lanjutnya.

Guna meminta penjelasan pihak media coba menghubungi kontraktor pemenang proyek tersebut via seluler di nomor 081372104140, selaku pengawas di lapangan. Namun berkali-kal dihubungi nomor yang dituju tidak diluar jaringan.

Sampai berita ini ditulis, pihak kontraktor belum dapat dikonfirmasi. (mk/zul)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.