Wah!!! Beredar Video Mobil Satpol Lingga Angkut Penumpang, Kasatreskrim Polres Lingga : Jika Dikenai Bayaran, Bisa Kena OTT

Mobil Dinas Satpol PP Lingga, tumpangi penumpang.(Doc.facebook)
Mobil Dinas Satpol PP Lingga, tumpangi penumpang.(Doc.facebook)

Lingga (merwahkepri.com) – Terkait pemberitaan beberapa waktu lalu mengenai mobil dinas yang digunakan oknum tertentu untuk antar jemput keluarga, sanak famili, kolega dan kerabat ternyata tidak bisa dipungkiri lagi.

Mobil dinas Satpol PP Lingga yang diduga sebelumnya digunakan, kini video aktifitas tersebut beredar di media sosial. Mobil berplat merah tersebut, yang terparkir di Pelabuhan Sungai Tenam Lingga bukan menjemput para pejabat dinas Satpol melainkan keluarga. Sedang mobil yang digunakan bukan mobil dinas khusus pelayanan jasa antar jemput melainkaan mobil dinas pejabat teras Lingga yang fungsinya untuk operasional kelancaran urusan kedinasan.

Sementara dalam urusan jemput tersebut, pastinya menggunakan operasional daerah seperti bahan bakar mobil. Jika tidak begitu, kuat dugaan dilakukan tarif kepada penumpang.

“Kan memang benar kalau mobil Satpol PP itu bukan hanya menjemput Kasat, tapi juga menjemput sanak famili mereka. Ini lah kalau di Lingga, kalau dibiarkan makin menjadi-jadi,” ungkap Syaiful salah seorang warga Daik Lingga, Minggu (11/06).

Sebelumnya, adanya aktifitas ini berujung pada keluhan sejumlah sopir angkutan umum Trans Lingga Jaya yang merasa tidak kebagian penumpang akibat dijemput mobil dinas. Mereka yang telah berlama-lama menunggu demi pemasukan ekonomi namun sesampainya kapal dari kota Batam ke pelabuhan Sungai Tenam , penumpang sebagian besar dijemput mobil dinas dengan alasan keluarga.

Kasi Ops Satpol PP Lingga Hazni Hamka sempat keberatan dengan beredarnya informasi tersebut. Bahkan ia tidak percaya jika mobil Satpol PP di dinasnya itu digunakan untuk menjemput sanak famili sebab menurutnya Kasat PP Lingga cukup tegas. Namun, hal yang disanggah Hazni Hamka tersebut bertolak pada kenyataannya.

Sementara mengenai hal ini, Kasatreskrim Polres Lingga, AKP Suharnoko mengatakan jika ada mobil dinas melakukan antar jemput penumpang, baik di pelabuhan maupun tempat lainnya, hal tersebut bisa terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT), terlebih jika meminta tarif bayaran.

Untuk itu dia menghimbau jika nantinya masyarakat menemukan perlakuan jahil baik para pejabat ASN maupun supir pejabat ASN di Pemkab Lingga yang memungut tarif kepada masyarakat pengguna jasa transfortasi antar jemput dengan menggunakan mobil dinas dapat segera menghubunginya.

“Kalau dipungut bayaran berarti korupsi. Karna itu mobil negara. Jika ditemukan langsung lapor ke saya. Karena saya selaku ketua tim tindak saber pungli. Sebab yang namanya fasilitas negara jika ingin digunakan untuk kepentingan masyarakat, harus dilakukan dengan gratis dan tidak dipungut biaya apapun,” tutur dia, Minggu (11/06). (mk/arp)

Klik VIDEO

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.