Parah !!! Mobil Dinas Ikut Andil, Supir Sungai Tenam Keluhkan Penumpang Sepi

Mobil Dinas yang turut parkir di pelabuhan Sungai Tenam (Doc. facebook)
Mobil Dinas yang turut parkir di pelabuhan Sungai Tenam (Doc. facebook)

Lingga (marwahkepri.com) – Sejumlah sopir travel yang tergabung Koperasi Trans Lingga Jaya keluhkan pergerakan sejumlah mobil berplat merah yang ikut beri tumpangan kepada sejumlah penumpang dari pelabuhan Sungai Tenam ke Kota Daik dan sekitarnya. Mereka menilai hal tersebut justru menyisihkan posisi mereka sebagai jasa angkutan umum, terlebih pendapatan dalam peningkatan ekonomi.

Tumbuhnya jasa layanan angkutan umum di Kabupaten Lingga, khusus di ibukota Daik Lingga seharusnya mendapat perhatian serius pemerintah daerah sebagai salah satu penunjang peningkatan ekonomi masyarakat. Pemerintah dalam hal ini diharapkan peka terhadap kehadiran kendaraan dinas yang bukan dikhususkan untuk jasa layanan antar jemput turut parkir di pelabuhan Sungai Tenam dengan berbesar hati beri tumpangan.

Justru kehadiran mobil dengan nomor polisi berwarna merah tersebut, menjadi timpang terhadap kondisi sosial daerah yang menimbulkan keluhan dari sejumlah sopir jasa angkutan umum yang merasa tidak kebagian penumpang. Padahal mobil dinas yang dipergunakan oleh oknum tertentu demi kebutuhan antar jemput keluarga, sanak famili dan kerabat, bukanlah mobil yang dikhususkan daerah untuk layanan jasa penumpang atau sekedar kebutuhan pribadi, melainkan fungsinya untuk urusan operasionalisasi kedinasan.

“Kita seharusnya meminta kepada pemerintah daerah kalau mobil dinas itu dikhususkan untuk antar jemput kepala dinas saja, buka untuk keluarga, atau kerabat. Kalau kondisi ini masih berlanjut kami tidak kebagian penumpang,” tutur Rasyid, koordinator Koperasi Trans Lingga Jaya, Sabtu (09/06).

Dengan kondisi yang masih sepi terhadap penumpang luar daerah, tentu penumpang dalam daerah tidak seharusnya diambil mobil dinas dengan alasan kerabat atau keluargai. Hal ini pastinya akan menghilangkan penumpang angkutan umum dengan koperasi yang sudah dibentuk.

“Kalau keluarga juga nak dibawak. Habislah penumpang kami. Malah kondisi lagi sepi,” lanjut dia.

Hal ini juga disayangkan sekretaris parpol Golkar Kabupaten Lingga, Aziz Martindas. Dalam akun facebooknya dia meminta kendaraan dinas dapat ditertibkan dalam urusan jasa angkut penumpang, terkecuali untuk antar jemput kepala dinas, badan atau kantor yang bersangkutan. Dia menilai sudah tersedianya jasa angkutan umum yang dibentuk di ibukota harusnya dapat diberdayakan.

“Kasian tuh, kawan-kawan angkutan umum terganggu dalam rangka mencari rezekinya. Apalagi posisi arus transportasi kapal dan penumpang di daerah Kabupaten Lingga masih minim,” ungkap dia dalam statusnya, Sabtu (09/06).

Harapannya pemerintah daerah dapat segera menyikapi dengan tegas guna kelancaran salah satu akses perkembangan dan peningkatan ekonomi masyarakat Lingga.

“Mungkin dia (sopir dinas) lupa dah banyak mobil angkutan jasa. Dan mungkin juga bos dia tidak tahu, sebab memang dia katanya menjemput keluarga,” lanjut dia ketika dikonfirmasi Marwahkepri.com

Prilaku oknum tersebut yang menyalahkan fungsi kendaraan dinas di luar jam dinas juga menjadi perbincangan masyarakat Lingga. Tidak hanya hal untuk jasa angkut, mobil dinas kadang dipergunakan buat kebutuhan liburan keluarga dihari libur seolah layaknya mobil pribadi. Sementara ketika rusak, beban operasional jalan dan perbaikan harus ditanggung negara.

“Harusnya kepala dinas yang bersangkutan tegas kenapa mobil dibawa sudah tidak ada batasan lagi. Kalau rusak, mereka baiknya gampang sekalikan. Sementara daerah yang tanggung biaya,” ungkap salah satu warga Daik. (mk/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.